Bantuan Al-Qur'an Perkuat Semangat Mengaji Muslim di Uganda

Untuk membantu umat muslim di Uganda memperdalam ilmu agamanya, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendistribusikan ratusan mushaf Al-Qur’an ke Desa Kachumu, di Distrik Budaka. Desa tersebut berisi komunitas muslim yang telah lama hidup dalam kemiskinan, sehingga mushaf menjadi barang yang sangat mewah bagi mereka.

alquran untuk uganda
ACT mendistribusikan bantuan Al-Qur'an kepada anak-anak di Desa Kachumu. (ACTNews)

ACTNews, BUDAKADari sekitar 42 juta penduduk Uganda, 14 persen di antaranya merupakan seorang muslim. Islam masuk ke negara yang terletak di Afrika Timur tersebut, pada pertengahan abad ke-19 melalui para pedagang Arab. Meski terbilang baru, Islam pun dengan cepat berkembang dan menjadi agama dengan penganut tebanyak ketiga di Uganda.

Namun, banyak umat muslim di Uganda telah hidup dalam kesulitan. Komunitas muslim di Desa Kachumu, Distrik Budaka misalnya. Mereka hidup dalam kemiskinan dan memiliki akses terbatas ke berbagai aset utama negara. Mayoritas dari mereka juga memiliki tingkat pendidikan formal yang rendah.

Meski begitu, semangat mereka untuk beribadah dan mengenal agamanya tidak pernah surut. Hal itu dibuktikan dengan masih banyaknya anak penghafal Al-Quran di sana. “Namun karena di sana mayoritas adalah keluarga prasejahtera, mereka kesulitan untuk bisa mendapatkan mushaf Al-Qur’an. Jangankan untuk membeli kitab, sekadar membeli makanan pun mereka masih sulit,” ujar Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response ACT, Senin (16/8/2021).

Untuk itu, ACT datang ke Desa Kachumu pada pertengahan Agustus ini, untuk membagikan ratusan mushaf Al-Qur’an. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi pendukung masyarakat Uganda, khususnya anak-anak dapat mendalami ilmu agama. Para penghafal Al-Qur’an juga akan sangat terbantu, karena mereka menghafal ayat-ayat suci tersebut dari mushaf kualitas terbaik yang memiliki tulisan yang jelas untuk dibaca.

“Ini adalah mushaf pemberian dari Sahabat Dermawan di Indonesia. Insyaallah, karena akan terus dibaca oleh muslim di sini, pahala untuk dermawan akan terus mengalir deras,” jelas Firdaus.

Sebelumnya, untuk mendukung peradaban muslim di Uganda, ACT juga telah merenovasi sebuah masjid di Distrik Bulambuli. Masjid tersebut sebelumnya memiliki kondisi yang sangat memprihatinkan. Beralaskan tanah dan terpal serta atap yang bocor, masjid tersebut hanya mampu menampung 200 jemaah. Namun, setelah direnovasi, kini kondisi masjid tersebut menjadi megah dan mampu menampung lebih banyak jemaah. []