Bantuan Alquran Dermawan Dukung Rohingya Mengaji

Anak-anak Rohingya di Myanmar bahkan harus berbagi saat membaca Alquran di madrasah. Mereka tidak memiliki Alquran layak, untuk membeli pun gerak mereka dibatasi.

Bantuan Alquran Dermawan Dukung Rohingya Mengaji' photo
Anak-anak di Buthidaung usai belajar mengaji di madrsah. Mereka menerima bantuan Alquran Dermawan pada awal Maret lalu. (ACTNews)

ACTNews, SITTWE, BUTHIDAUNG, RATHEDAUNG, KYAWKTAW – Sana Ullah (13) dengan fasih melantunkan ayat-ayat Alquran yang telah dihafalnya. Suara merdu Ullah, yang merupakan etnis Rohingya di Myanmar, menyambut relawan Aksi Cepat Tanggap saat berkunjung ke Buthidaung, awal Maret lalu.

Kedatangan tim ke Buthidaung masih melanjutkan amanah untuk mendistribusikan Alquran bagi anak-anak Rohingya yang bermadrasah di Sittwe, Buthidaung, dan Rathedaung. Pendistribusian dilakukan Sejak 24 Februari – 3 Maret lalu.

Sucita Ramadinda dari tim Global Humanity Response (GHR) – Aksi Cepat Tanggap melaporkan, total 1.578 Alquran diberikan. “Di Sittwe ada 200 anak, di Buthidaung 648 anak, Rathedaung 450 anak, dan Kyawktaw 280 anak,” jelas Sucita.

Murid-murid penerima Alquran ini berasal dari kalangan prasejahtera. Sebagiannya adalah anak yatim. Aduzawbor Guramiya Salah satu penerima dari Desa Kansic, Kota Rathedaung, Rakhine Utara mengaku bahagia menerima bantuan Alquran ini. “Alquran ini diberikan kepada anak-anak kami yang miskin dan putus asa. Anak-anak saya tidak mempunyai Alquran sebelumnya karena kami tidak mampu membelinya dan di madrasah anak-anak kami harus berbagi dengan anak lain untuk membaca Alquran dan menghafalnya,” cerita Abu. Beberapa Alquran yang mereka miliki pun sebagian sudah robek dan rusak karena terlalu tua.

Senada dengan Abdullah dari Desa Doe Ok The Ma, Buthidaung. Ia amat bersyukur dengan bantuan Alquran yang akhirnya bisa menembus desa mereka. Abdullah mengatakan, mereka hidup dalam isolasi dan dibatasi pergerakannya. “Atas rahmat Allah, bantuan Alquran dari ACT membantu murid-murid yang membutuhkan Alquran. Karena tidak ada bantuan yang diijinkan masuk di wilayah ini dan semua orang dibatasi pergerakannya,” ungkap Abdullah.

Bantuan Alquran menjadi satu hal paling bernilai bagi mereka yang tetap menjaga iman walau dikekang kehidupannya. Bagi anak-anak Rohingya, Alquran adalah pedoman yang selalu mereka jaga.[]


Bagikan

Terpopuler