Bantuan Alquran Hadir untuk Anak-Anak Nelayan di Somalia

Aksi Cepat Tanggap mengantarkan amanah dermawan untuk meluaskan ilmu melalui distribusi mushaf Alquran di wilayah Banadir dan Mogadishu.

Anak-anak di Kota Mogadishu menerima bantuan Alquran
Anak-anak di Kota Mogadishu menerima bantuan Alquran. (ACTNews)

ACTNews, BANADIR, MOGADISHU – Bukan hanya bantuan makanan, Aksi Cepat Tanggap juga secara bergiliran mengantarkan bantuan nonpangan untuk masyarakat terdampak konflik kemanusiaan. Kali ini, bantuan mushaf Alquran dibagikan untuk anak-anak dari kalangan prasejahtera, putra-putri nelayan, di Kota Banadir dan Mogadishu.

Amir Firdaus dari tim Global Humanity Response-ACT melaporkan, bantuan yang didistribusikan sejak Sabtu (13/2/2021) hingga Rabu (17/2/2021) lalu dibagikan kepada 980 anak yang sebagian besar dari keluarga nelayan dan pedagang kecil.

“Wilayah yang kami tuju adalah Banadir dan di sekitar Kota Mogadishu, ibu kota Somalia. Sebagian besar penerima manfaat adalah anak-anak dari keluarga nelayan, pedagang, yang hanya bergantung dari hasil perkebunan,” jelas Amir, Senin (22/2/2021).

Bantuan Alquran merupakan salah satu dukungan bagi anak-anak yang tengah menghafal atau mempelajari Alquran. Walau terdengar sederhana, bantuan Alquran sangat diminati anak-anak sebab mereka sangat kesulitan mendapatkan Alquran baru dan layak. Amir menjelaskan, orang tua mereka masih kerap kesulitan memenuhi kebutuhan Alquran anak-anaknya karena mereka pun sedang berusaha memenuhi kebutuhan pangan.

Bantuan Alquran merupakan salah satu dukungan bagi anak-anak yang tengah menghafal atau mempelajari Alquran. Walau terdengar sederhana, bantuan Alquran sangat diminati anak-anak sebab mereka sangat kesulitan mendapatkan Alquran baru dan layak. Amir menjelaskan, orang tua mereka masih kerap kesulitan memenuhi kebutuhan Alquran anak-anaknya karena mereka pun sedang berusaha memenuhi kebutuhan pangan.

Banadir memiliki populasi terbesar di Somalia 2,5 juta termasuk 485.000 pengungsi yang tinggal di sekitar Kota Mogadishu. Desember 2020 lalu, wilayah ini juga terdampak hama belalang gurun yang mengganggu pertanian dan dilanda banjir.[]