Bantuan Bahan Bakar Bantu Pengungsi Suriah Bertahan dari Kepungan Salju

Bantuan 3,5 ton bahan bakar dikirim untuk pengungsi Suriah yang tengah menghadapi puncak musim dingin.

bantuan bahan bakar
Distribusi bantuan bahan bakar untuk pengungsi Suriah. (ACTNews)

ACTNews, IDLIB – Bantuan 3,5 ton batu bara diberikan tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk pengungsi di Idlib. Batu bara ini merupakan bahan bakar untuk mesin penghangat ruangan. 

Bantuan ini pun membantu pengungsi bertahan ketika salju turun mencapai minus 2 derajat Celcius. Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response ACT menjelaskan, tenda pengungsi yang hanya terbuat dari papan dan terpal tidak mampu menahan hawa dingin yang menusuk dari suhu tersebut. 

"Sedikitnya 870 pengungsi menjadi penerima manfaat dalam aksi ini. Ini merupakan ikhtiar untuk membantu mereka agar tetap hangat saat dikepung salju," ujar Firdaus.

Lebih lanjut, Firdaus menuturkan, pengungsi Suriah juga dihadapkan dengan keterbatasan kayu bakar sebagai penghangat ruangan. Imbasnya, mereka terpaksa menggunakan plastik dan sampah lainnya yang mudah terbakar. 

"Itu semua mereka lakukan hanya untuk menghangatkan diri. Padahal, ada dampak besar terhadap kesehatan jika mereka terlalu sering menghirup asap dari plastik yang terbakar. Asap bisa jadi mengandung karbon monoksida, dioksin dan furan, serta partikel berbahaya lainnya. Partisi tersebut dalam jangka pendek bisa menyebabkan pusing dan sakit kepala. Sementara dalam jangka panjang, bisa memicu kanker," jelas Firdaus. 

Sebelumnya, pada Selasa (18/1/2022), sejumlah wilayah di Suriah dilanda badai salju yang cukup kuat. Badai ini membuat ratusan tenda pengungsi rusak, dan menyebabkan satu anak pengungsi tewas karena tertimpa atap tenda yang roboh.[]