Bantuan Beras yang Amat Berarti bagi Warga Gunungkidul dan Sleman

Sulitnya pemenuhan kebutuhan pangan sangat dirasakan warga Gunungkidul dan Sleman. Saat mendapatkan bantuan beras melalui program Operasi Beras Gratis, mereka begitu bersyukur.

Operasi Beras Gratis di Gunungkidul dan Sleman menjangkau warga prasejahtera dan lansia. (ACTNews)

ACTNews, SLEMAN - ACT DI Yogyakarta menyelenggarakan Operasi Beras Gratis untuk masyarakat prasejahtera di beberapa titik di DI Yogyakarta, Rabu (8/4). Seribu kilogram beras dibagikan kepada 200 keluarga atau 1.660 jiwa. Mereka umumnya petani, buruh, pedagang, pengendara becak, pekerja harian, lansia serta, pengemudi ojek daring yang tersebar di Desa Grogol, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul dan di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman. 

Winarno (31), warga Desa Grogol yang menerima bantuan beras tersebut, mengatakan sebagian warga Gunungkidul adalah perantau yang bekerja sebagai buruh di Jakarta. Sehingga, di fase karantina ini sebagian mengabari tidak bisa mengirimkan uang bulanan ke keluarganya di kampung. 

Selain menjadi buruh, sejumlah warga Gunungkidul bermata pencaharian sebagai petani. Namun saat ini sawah-sawah milik warga tengah mengalami gagal panen akibat hama, sehingga padi-padi yang dipanen tidak berisi (gabug). “Akibatnya banyak petani terutama yang berasal dari keluarga prasejahtera ini merugi,” pungkas Winarno. Ia sangat berterima kasih bisa mendapatkan bantuan beras untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarganya.

Tidak jauh berbeda, kondisi serupa juga tengah dirasakan masyarakat di Kabupaten Sleman. Salah satunya Bejo (54), warga Kaliurang, Sleman, yang merasakan langsung dampak ekonomi dari wabah Covid-19 ini. “Hampir semua sendi perekonomian masyarakat yang mengandalkan wisata harus lumpuh karena Kaliurang saat ini sangat sepi pengunjung,” ungkap Bejo.

Sementara itu, Hantarti (56) yang kesehariannya sebagai pedagang di sekolah sudah tidak bisa beraktivitas karena sekolah tempat ia berjualan telah diliburkan selama pandemi Corona ini. Padahal, janda prasejahtera tersebut mengandalkan nafkah dari berjualan di sekitar sekolah. 

Bantuan beras yang ia terima sangat disyukuri. Terlebih lagi di kondisi sulit saat ini. “Terima kasih atas bantuan berasnya, alhamdulillah bantuan ini sangat meringankan beban kami saat ini,” ucap Hartanti. 

Kepala Cabang ACT DI Yogyakarta Bagus Suryanto mengatakan, program Operasi Beras Gratis ditujukan untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat yang ekonominya terdampak pandemi corona. “Masa pandemi menjadi momentum untuk saling menguatkan. Bantuan beras ini merupakan wujud kepedulian kita bersama untuk meringankan beban masyarakat prasejahtera yang tengah mengalami kesulitan ekonomi di situasi sulit saat ini," ujar Bagus.[]