Bantuan Biaya Hidup Dukung Pengajar Pesantren Al-Barkah

Perjuangan ustaz dan ustazah di Pesantren Al-Barkah sangatlah besar. Mereka mendidik ratusan santri dengan upah yang seadanya. Untuk itu, apresiasi layak mereka dapatkan sebagai bentuk dukungan terhadap peran mereka yang besar.

Bantuan Biaya Hidup Dukung Pengajar Pesantren Al-Barkah' photo
Serah terima apresiasi dari Global Zakat-ACT ke pendidik Pesantren Al-Barkah, Pasaman Barat. (ACTNews/Dana Kurnia)

ACTNews, PASAMAN BARAT – Bagi pahlawan pendidik, upah seakan tak lagi jadi tujuan utama. Mereka meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya demi mencerdaskan anak bangsa. Mungkin itu lah yang sedang mereka, guru di Pesantren Al-Barkah, Gunung Tua, Kabupaten Pasaman Barat, kerjakan selama ini. Tak ada gaji besar yang diterima. Cerdasnya para santri seolah menjadi bonus terbaik dalam kehidupan mereka.

Per jam nya, ustaz dan ustazah di Pesantren Al-Barkah diberi upah Rp6.000. Jika dirata-rata dalam satu bulan, mereka bisa menerima uang Rp150 ribu - Rp200 ribu saja. Gaji tersebutlah yang kemudian akan menunjang kehidupan mereka beserta keluarga.

Namun, di waktu menjelang penghujung tahun 2020 ini, ustaz dan ustazah di Al-Barkah menerima hal yang berbeda, yakni apresiasi dari Global Zakat-ACT untuk para pengajar. Lewat program Sahabat Guru Indonesia, apresiasi diberikan dalam bentuk bantuan biaya hidup. Apresiasi tersebut diharapkan menjadi penyemangat sekaligus penunjang ekonomi mereka untuk beberapa waktu ke depan.

“Apresiasi ini kami berikan ke 50 pengajar di Pesantren Al-Barkah. Akan tetapi, hadirnya apresiasi ini tidak akan pernah mengganti dan menyamakan apa yang telah para guru beri ke muridnya selama ini,” ungkap Zang Welf, Kepala Cabang ACT Sumatra Barat, Ahad (20/12), saat menyerahkan apresiasi.

Biaya hidup yang ACT serahkan ke 50 pengajar di Al-Barkah merupakan sedekah terbaik dari dermawan yang disalurkan melalui Global Zakat. Para pengajar ini merupakan bagian dari ribuan guru lain di seluruh Indonesia yang telah mendapatkan apresiasi serupa. Ke depannya, akan makin banyak lagi guru-guru honorer dan prasejahtera yang akan mendapatkan apresiasi tersebut.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Barkah Ustaz Mustafa mengatakan, sejak pesantren berdiri, guru-gurunya belum ada yang pernah membantu. Sehingga, dengan adanya apresiasi melalui program Sahabat Guru Indonesia, bisa menjadi kabar bahagia bagi guru-guru yang mengajar di sana.

“Terima kasih atas yang Global Zakat-ACT salurkan selama ini, termasuk mempublikasikan tentang Pesantren Al-Barkah yang sekarang viral. Alhamdulillah sejak saat itu, ada saja donatur yang datang dan menghubungi kami,” ungkap Ustaz Mustafa.

Pertemuan Global Zakat-ACT dengan Pesantren Al-Barkah bukan pertama kali ini saja. Sebelumnya, Global Zakat-ACT telah mendengar kisah dan melihat langsung kondisi pesantren yang menjadi tempat bagi 600 santri serta 50an guru ini. Saat ini, ikhtiar terbaik sedang dilakukan dengan cara menggalang dana secara daring melalui laman Indonesia Dermawan. Nantinya, dana yang terkumpul bakal disalurkan ke pihak pesantren untuk berbagai keperluan.

“Para santri di pesantren ini berasal dari keluarga prasejahtera bahkan mereka ada yang putus sekolah sebelumnya. Maka dari itu, sedekah terbaik kita sangat dinantikan demi mendukung pendidikan santri serta mendampingi pendidiknya,” ungkap Zeng Welf.[]