Bantuan Biaya Hidup Dukung Perjuangan Puluhan Keluarga di Gaza

Lewat program Sister Family Palestine Indonesia, puluhan keluarga prasejahtera di Gaza dibantu memenuhi kebutuhan hidupnya oleh dermawan Indonesia.

bantuan untuk palestina
Keluarga prasejahtera di Gaza menerima bantuan biaya hidup dari Sahabat Dermawan. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Kebahagiaan kembali hadir untuk sejumlah keluarga Palestina pada Agustus ini. Melalui program Sister Family Palestine Indonesia, puluhan keluarga prasejahtera di Gaza menerima bantuan biaya hidup dari Sahabat Dermawan Indonesia. Bantuan ini diberikan agar keluarga Palestina mampu memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari kebutuhan pangan, pakaian, kesehatan, hingga pendidikan untuk anak-anakya.

Sedikitnya 55 keluarga Palestina di Khan Younis, Gaza Selatan dan Jabalia, Gaza Utara menjadi penerima manfaat dalam aksi ini. Mereka adalah keluarga prasejahtera yang anggota keluarga dengan kondisi khusus, yakni disabilitas, lansia atau pun ada anggota keluarga yang sakit parah.

“Bantuan didistribusikan langsung oleh tim ACT Palestina dan para relawan. Sebab jumlah keluarganya cukup banyak, distribusi dilakukan tidak dalam waktu lebih dari dua minggu, 5-20 Agustus lalu,” ujar Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response ACT, Selasa (24/8/2021).

Said menambahkan, keluarga Palestina sangat menyambut kedatangan tim ACT ke rumah sederhananya. Mereka sangat bersyukur dan berterima kasih kepada tim ACT dan para dermawan yang masih memperhatikan keadaan mereka. 

“Semoga uluran kebaikan dermawan tidak akan terputus. Sebab, masih banyak keluarga Palestina yang hidup dalam berbagai krisis kemanusiaan. Mereka hidup menderita di bawah bayang-bayang penjajahan dan blokade Israel selama bertahun-tahun dan sangat mengandalkan bantuan pihak luar Palestina untuk bisa bertahan hidup,” jelas Said.

Untuk diketahui, Sister Family Palestine Indonesia merupakan salah satu program ACT untuk membantu warga Palestina. Program ini bertujuan mempersaudarakan keluarga Indonesia dengan keluarga prasejahtera di Palestina. Lewat program ini, ACT menjadi penghubung antarkeluarga yang dipersaudarakan.[]