Bantuan Biaya Hidup Juga Jangkau Guru di Pelosok Bima

Tak ada fasilitas mewah di SDN Soropeto kelas jauh di Bima, bangunannya pun hanya berupa dinding bambu, atap rumbia, dan alas tanah. Akan tetapi, semua itu tak mematahkan semangat para gurunya.

Bantuan Biaya Hidup Juga Jangkau Guru di Pelosok Bima' photo
Serah terima biaya hidup untuk guru di Bima, Ahad (2/2). Latar belakang foto ini ialah SDN Soropeto tempat guru-guru ini mengajar. (ACTNews)

ACTNews, BIMA Jalan berlumpur setelah diguyur hujan jadi lintasan relawan Masyarakat Relawan Indonesia untuk sampai ke SDN Soropeto di Desa Karampi, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. Sekolah ini merupakan sekolah kelas jauh bagi anak-anak di Karampi. Tidak ada fasilitas mewah di dalam sekolah, anak-anak belajar dengan alat peraga sederhana.

Tenaga pengajar di sekolah ini pun harus diambil dari desa tetangga. Miskul salah satunya. Dari rumahnya, Miskul menempuh perjalanan ke sekolah tempat ia mengajar sejauh 3 kilometer. Gajinya tidak begitu besar, hanya Rp75 ribu per bulan yang ia kantongi dari hasil pengabdiannya. Tapi, Miskul tak pernah mengeluhkan keadaan, anak murid menjadi penyemangatnya.

“Kalau ke sekolah saya naik motor, itu kalau musim kemarau. Kalau sudah musim hujan kayak sekarang ini jalan jadi berlumpur, kami hanya bisa jalan kaki. Tapi enggak masalah, saya tetap ingin berjuang di jalan pendidikan ini walau berbagai fasilitas terbatas,” ungkapnya ke tim ACTNews, Ahad (2/2) lalu.

SDN Soropeto kelas jauh ini memang tidak memiliki fasilitas yang layaknya sekolah di perkotaan. Dinding SDN Soropeto kelas jauh ini hanya terdiri dari susunan bilah bambu. Atapnya terbuat dari daun rumbia dengan alas tanah. Alat peraga pendidikan pun tidak banyak, anak-anak harus belajar dengan sederhana.


Salah satu guru SDN Soropote yang mendapatkan biaya hidup. (ACTNews)

Namun begitu, keadaan ini tak membuat semangat Miskul dan guru-guru lainnya hilang. Mereka tak pernah malu mengajar di tempat yang seperti itu. Malah, para guru dan muridnya tetap bangga dan semangat untuk terus belajar.

Bantuan biaya hidup untuk lima guru di SDN Soropeto merupakan bentuk apresiasi ACT kepada pendidik yang telah mengabdikan dirinya untuk pendidikan di seluruh negeri ini. Sampai saat ini, sudah lebih dari seribu guru yang tersebar di berbagai wilayah mendapatkan bantuan biaya hidup ini.[]


Bagikan