Bantuan Biaya Hidup Semangati Perjuangan Guru TK di Jaktim

Puluhan guru TK di Jakarta Timur menerima bantuan biaya hidup dari Program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB), kerja sama Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Bantuan yang diberikan pada Rabu (12/5) kemarin ini merupakan penyemangat bagi mereka yang masih mesti berjuang mendidik di tengah pandemi.yyyyy

Bantuan Biaya Hidup Semangati Perjuangan Guru TK di Jaktim' photo
Serah terima bantuan kepada salah seorang guru. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, JAKARTA – Puluhan guru TK di Jakarta Timur menerima bantuan biaya hidup dari zakat yang diimplementasikan melalui program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB). Aksi Cepat Tanggap bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan bantuan tersebut di Kantor Walikota Jakarta Timur pada Rabu (12/5) kemarin.

Hadirnya bantuan ini merupakan bentuk penanganan dampak pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung. Wuryanto dari Tim Program ACT Jakarta Timur mengatakan bahwa pendidikan adalah satu satu sektor penting bagi ACT. Oleh karenanya bantuan ini diharapkan dapat menyemangati guru-guru dalam mengabdi selama pandemi.

“Lembaga kami sadar bahwa pendidikan adalah salah satu sektor penting bagi bangsa. Keberhasilan suatu bangsa tetap ditopang oleh keberhasilan anak yang dididik oleh guru-guru luar biasa. Maka ACT berkomitmen untuk membantu guru baik dari skala tingkat dasar maupun yang lebih tinggi,” jelas Wury.

Widarningsing mewakili Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur I dan II berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan kepada guru-guru pada hari itu. Ia mengatakan saat ini institusi pendidikan tidak seluruhnya bekerja dari rumah, melainkan ada yang tetap bertugas untuk mereka yang berada di garda depan.


Para guru TK yang menjadi penerima manfaat dari KSBB. (ACTNews/Reza Mardhani)

“Di sekolah pun kami tetap bertugas atau piket, seperti untuk bagian keamanan dan kebersihan sekolah. Bapak ibu kepala sekolah pun masih hadir dengan jam-jam piket tertentu karena masih harus melihat kondisi di dalam sekolah,” ujar Widarningsih.

Ucapan terima kasih yang sama datang dari Edriyeni, salah satu guru dari sekolah di wilayah Utan Kayu yang menjadi penerima bantuan biaya hidup hari itu. Pasalnya penghasilan keluarganya kini berkurang karena suaminya yang bekerja sebagai ojek daring tak lagi bekerja, sehingga kini hanya ia yang jadi tumpuan keluarga dengan dua orang anaknya.


“Saya berterima kasih, alhamdulillah diberi rezeki melalui ACT. Bantuan ini bermanfaat sekali bagi keluarga saya,” ujar Edriyeni.

Aksi Cepat Tanggap bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan sejumlah NGO serta perusahaan bersinergi meredam dampak sosial ekonomi dari pandemi corona. Sinergi ini diwujudkan dalam gerakan Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB), yang mana perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani di Balaikota Jakarta, pada Jumat (24/4) lalu.

KSBB sendiri merupakan gerakan bantu sesama yang membutuhkan, selama menjalani Ramadan di tengah masa pandemi Covid-19. Penerima manfaat program ini meliputi pedagang kaki lima, pekerja yang dirumahkan, pekerja lepas harian lainnya seperti pengemudi taksi dan angkot, pengemudi ojek, lansia, dan UMKM rentan. Menurut data dari Pemprov DKI ada sekitar 3,7 juta penduduk rentan dalam pandemi Covid-19. []


Bagikan

Terpopuler