Bantuan Bibit Pangan untuk Wujudkan Kemandirian Pangan Pesantren

Dalam usaha mewujudkan kemandirian pangan pesantren, ACT memberikan bibit pangan untuk ditanam, dipelihara, lalu dimanfaatkan sebagai sumber pangan bagi para santri. Sehingga santri mendapatkan asupan pangan yang bergizi.

bibit pangan pesantren
Serah terima bantuan bibit pangan untuk pesantren. (ACTNews)

ACTNews, GOWA – Pangan adalah kebutuhan dasar manusia paling utama. Namun di Indonesia, pemenuhan pangan masih harus menjadi perhatian. Global Hunger Index (GHI) menyebut, tahun 2021 tingkat kelaparan Indonesia menempati urutan ketiga tertinggi di Asia Tenggara. 

Ikhtiar dalam meningkatkan ketahanan pangan bangsa, ACT memberikan bantuan bibit pangan untuk Pondok Pesantren Markaz Tarbiyah Amal Jama’atul Muslimin, Kelurahan Cikoro, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa. Bantuan tersebut diharapkan mampu menjadikan pesantren mandiri dalam hal pangan. 

Pimpinan Pondok Markaz Tarbiyah Amal Jama’atul Muslimin Ustadz Hamid mengatakan, bantuan tersebut menjadi solusi pemenuhan pangan bagi santri yang selama ini mengandalkan bantuan dari orang lain. Sehingga belum mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan. 

“Di pesantren kami, santri kadang hanya makan nasi dengan kerupuk. Bantuan bibit pangan dan pemberdayaan dari ACT sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pangan santri ke depannya”, jelas ustadz Hamid, Selasa (23/11/2021).

Firman dari ACT Sulawesi Selatan menjelaskan, pemberdayaan ekonomi masyarakat pra sejahtera yang dilakukan secara mandiri akan menjadi solusi kesejahteraan bagi masyarakat itu sendiri. Terlebih lagi untuk mendukung proses belajar generasi bangsa di pondok pesantren yang mengalami krisis pangan.

“Aksi kali ini berupa pendampingan pemberdayaan pondok pesantren prasejahtera. Di dalamnya berupa pemberian bibit sayur-sayuran yang akan ditanam di atas lahan seluas setengah hektare milik pondok. Juga bibit ikan Nila untuk dipelihara oleh pesantren,” jelasnya. 

Firman melanjutkan asupan gizi generasi penerus bangsa harus terpenuhi dengan baik. Sehingga output-nya juga baik dan dapat memberikan manfaat bagi agama dan bangsa Indonesia.[]