Bantuan Daging Suplai Kebutuhan Pangan Penjaga Al-Aqsa

Berbagai dukungan terus dikirimkan untuk masyarakat Palestina yang sedang membela tanah mereka. Salah satunya disalurkan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam bentuk suplai kebutuhan dapur umum. Bantuan yang diberikan Selasa (11/5/2021) diharapkan bisa membersamai perjuangan para murabithun penjaga Al-Aqsa.

Sapi yang kemudian dikurbankan dalam bentuk daging ini yang mendukung kebutuhan pangan masyarakat di dapur umum.
Sapi yang kemudian dikurbankan dalam bentuk daging ini yang mendukung kebutuhan pangan masyarakat di dapur umum. (ACTNews)

ACTNews, YERUSALEM – Semenjak Masjid Al-Aqsa diserang, warga Palestina di Yerusalem masih terus bertahan. Tercatat serangan bersenjata dari pasukan zionis itu menyebabkan 20 warga sipil Palestina gugur, dan 520 lainnya terluka.

Selain doa yang dikirimkan dunia untuk warga Palestina yang sedang melawan langsung penjajahan dari pasukan Israel, dukungan lain juga terus mengalir membersamai perjuangan mereka merebut kembali tanah haknya. Salah satunya bantuan masyarakat Indonesia melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) berupa dapur umum yang beroperasi di sekitar kompleks Masjid Al Aqsa.

Dapur umum tersebut terus disuplai dengan beragam bahan pangan. Salah satunya daging sapi, hasil penyembelihan sejumlah sapi pada Selasa (11/5/2021). “Alhamdulillah pemotongan sapi di Alghadeer Farm, Kota Lama Yerusalem sudah dilakukan untuk mendukung suplai bahan makanan di Dapur Umum Al-Aqsa. Bantuan ini khususnya untuk para pelindung Al-Aqsa atau yang biasa kita sebut murabithun,” ujar Said Mukaffiy dari Tim Global Humanity Response (GHR) – ACT.


Targetnya ada sekitar 6.000 porsi makanan siap santap yang akan didistribusikan selama beberapa hari ke depan. Ziyad, salah satu mitra ACT yang ikut dalam distrbusi ini, bersyukur atas bantuan yang diberikan bagi para murabithun.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Indonesia dan masyarakatnya, atas kedermawanan yang baik ini, yang telah menyediakan daging ini. Di saat yang sama saat ini juga Israel sedang menyerang Gaza dan jatuhnya puluhan korban jiwa,” kata Ziyad.

Ziyad juga senang, karena bagaimanapun ACT serta masyarakat Indonesia, tak pernah lekang membersamai perjuangan mereka dalam melawan penjajahan Israel. “ACT dan masyarakat Indonesia tidak pernah melupakan perjuangan Al-Quds dan masyarakatnya dalam keadaannya yang sulit untuk dijalani. Banyak sekali jenis bantuan seperti bantuan pakaian, bantuan qurban, bantuan iftar bagi yang puasa dan dapur umum. Ini merupakan sebagian dari banyaknya bantuan yang ACT berikan bagi masyarakat Al-Quds di waktu yang sangat kritis saat ini,” kata Ziyad. []