Bantuan Dermawan Sapa Para Dai di Pelosok Pulau Bangka Selatan

Global Zakat-ACT Bangka memberikan apresiasi berupa biaya hidup dan perlengkapan ibadah untuk para dai di tiga desa di Kecamatan Lepar, Bangka Selatan. Banyak dari para penerima manfaat yang terus berdedikasi mengajar, sekalipun tanpa imbalan.

bantuan dai bangka
Aksi ini sebagai ikhtiar membersamai perjuangan dakwah para dai di berbagai pelosok negeri. (ACTNews/Taufiq Qurrahman)

ACTNews, BANGKA SELATAN – Amanah para dermawan hadir di Desa Penutuk, Kecamatan Lepar, Bangka Selatan. Global Zakat-ACT Bangka bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bangka datang dalam rangka mengapresiasi perjuangan dai di lokasi yang berjarak empat jam dari Kota Pangkalpinang ini.

“Alhamdulillah Tim Global Zakat-ACT dan relawan MRI telah bersilaturahmi bersama mereka dan memberikan titipan amanah dari para sahabat. Aksi ini sebagai ikhtiar membersamai perjuangan dakwah para dai, khususnya yang berada di pelosok Pulau Bangka,” ungkap Taufik dari Tim Global Zakat-ACT Bangka.

Didampingi oleh Ustaz Ansori sebagai Ketua Dai Bina Umat Bangka Selatan, Tim Global Zakat-ACT dan MRI Bangka menemui tujuh dai penerima manfaat di Kantor Desa Penutuk. Selain di Desa Penutuk, tim juga menyapa dua dai lain yang tinggal di Desa Sengkir, dan Desa Sadai, Kecamatan Lepar.

“Saya merasa senang dan berterima kasih dengan adanya bantuan untuk para dai yang sudah mengabdikan dirinya untuk mendidik masyarakat tentang agama, khususnya di pulau-pulau kecil di wilayah Kabupaten Bangka Selatan. Semoga Allah memberikan balasan kebaikan untuk para muzakki,” ucapnya.


Serah terima bantuan kepada salah satu penerima manfaat. (ACTNews/Taufiq Qurrohman)

Bantuan yang diberikan oleh tim melalui program Gerakan Nasional Sejahterakan Dai ini, yakni bantuan biaya hidup dan perlengkapan ibadah. Bantuan ini merupakan apresiasi untuk perjuangan dakwah mereka yang tidak meminta imbalan apapun dari masyarakat.

Salah satu pejuang dakwah itu ialah Ustazah Bunga. Sudah belasan tahun Ustazah Bunga mengajar anak-anak di Dusun Pulau Kelapan untuk bisa membaca Al-Qur’an, berbekal sebuah lampu minyak tanah sebagai pencahayaan. Selama itu pula ia ikhlas mengajar tanpa dibayar.

“Di sini kami masih merasa kekurangan tokoh yang bisa membimbing masyarakat khususnya anak-anak untuk belajar agama. Saya sendiripun merasa masih fakir ilmu, tapi saya ingin sekali anak-anak disini bisa membaca dan memahami Al-Qur’an,” tutur Ustazah Bunga.


Program Gerakan Nasional Sejahterakan Dai akan terus berjalan ke depannya. Taufik berharap, jangkauan program ini dapat semakin meluas, sehingga menyapa lebih banyak para pengajar yang membutuhkan, khusunya di Pulau Bangka. Karenanya, ia turut mengajak para dermawan untuk berpartisipasi.

“Kami mengajak para dermawan untuk ikut membahagiakan para dai melalui program ini, dengan menunaikan zakat melalui  Global Zakat-ACT Bangka. Zakat dapat disalurkan melalui Indonesia Dermawan atau secara langsung di Jl. Mesjid Jamik No. 27 B, RT.001/RW.001 Kel. Mesjid Jamik, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang,” pungkas Taufik. []