Bantuan Jangkau Pengungsian Gempa Halsel yang Sulit Diakses

Kecamatan Gane Timur di Kabupaten Halmahera Selatan menjadi salah satu wilayah terdampak parah gempa Halmahera Selatan pada Ahad (14/7). Sejumlah jalan yang putus mempersulit masuknya bantuan ke kecamatan tersebut.

Bantuan Jangkau Pengungsian Gempa Halsel yang Sulit Diakses' photo

ACTNews, HALMAHERA SELATAN – Akses sulit ke lokasi bencana tidak menjadi alasan bagi tim Disaster Emergency Response (DER)-ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) untuk menjangkau warga terdampak gempa di Desa Biusui, Kecamatan Gane Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan. Rabu (17/7) pagi, tim telah tiba di lokasi tersebut untuk mendistribusikan bantuan kepada warga di sana.

“Masih banyak warga di Desa Bisui yang tinggal di tenda-tenda. Mereka tidur beratap terpal atau atap dari dedaunan kering. Mereka masih khawatir karena gempa susulan masih terjadi beberapa hari lalu,” lapor Daryadi dari Tim DER-ACT.

Bantuan yang diberikan tim hari itu berupa makanan pokok, perlengkapan sanitasi, dan perlengkapan bayi. Bantuan diberikan di dua titik pengungsian dengan total penerima manfaat 410 kepala keluarga. “Alhamdulillah pendistribusian bantuan berjalan lancar. Namun, sejumlah pengungsi membutuhkan sejumlah keperluan urgen lainnya seperti pasokan air mineral, selimut, dan perlengkapan sanitasi,” imbuh Daryadi.


Sejak gempa mengguncang pada Ahad (13/7) lalu, tim ACT langsung melakukan asesmen dan memberikan bantuan. Tidak jarang, medan menuju wilayah terdampak cukup sulit, termasuk akses menuju Desa Bisui ini. “Ada banyak jembatan rusak dan putus membuat tim pembawa bantuan harus berganti kendaraan roda dua. Jarak tempuh pun menghabiskan waktu tiga jam pulang-pergi,” cerita Daryadi. Ia melanjutkan, selain jarak yang jauh, minimnya jaringan telepon seluler dan internet juga cukup menghambat komunikasi.

Hingga saat ini, tim ACT masih berikhtiar menjangkau wilayah terdampak lainnya. Hampir seribu rumah rusak berat usai gempa berkekuatan 7,2 SR mengguncang Halmahera Selatan empat hari lalu. Bahkan, hingga Selasa (15/7) 05.00 WIB, hasil pemantauan BMKG menunjukkan adanya 61 kali aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar M5.8 dan magnitudo terkecil M3,1. Tercatat pula 28 gempa yang dirasakan.


BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan retak atau rusak yang diakibatkan guncangan gempa. []

Bagikan