Bantuan Kapal Ikan untuk Nelayan Gaza Mulai Dirakit

Dua unit Kapal Ikan Wakaf di Palestina mulai dikerjakan. Satu kapal dapat memberdayakan hingga 15 keluarga nelayan di Gaza.

kapal ikan palestina
Ilustrasi. Persiapan perakitan kapal untuk nelayan di Gaza. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Pesisir di sebelah barat Gaza mulai sibuk mempersiapkan bahan-bahan pembangunan kapal. Material kayu mulai dikumpulkan untuk dibentuk menjadi sebuah kapal.

”Wilayah ini adalah lokasi yang digunakan oleh para tukang kayu, teknisi dan pembuat kapal untuk membuat, memperbaiki atau merehabilitasi kapal dan perahu. Lokasi ini juga yang digunakan untuk membuat Kapal Ikan Wakaf bagi para nelayan Palestina yang kesulitan melaut,” ujar Tim Aksi Cepat Tanggap di Gaza Jomah Alnajjar pada Selasa (14/6/2021). Kapal amanah dari para dermawan ini berbobot 80-100 Gross Ton.

Selain di Pesisir Barat Gaza, di wilayah Tofah, sebuah Kapal Ikan Wakaf berbahan dasar metal juga tengah dipersiapkan. Lebih besar daripada kapal pertama, kapal ini berkekuatan 150 GT. Beberapa material seperti metal dan kaca akan diimpor dari luar Palestina, sehingga pembuatan diperkirakan akan memakan waktu dua bulan.


Meskipun berbeda bahan, masing-masing unit kapal ini ditargetkan dapat memberdayakan sekitar 15 keluarga nelayan di Palestina. “Kapal ini akan membantu warga Palestina beserta para nelayan untuk memberikan pemasukan untuk keluarga mereka dan menyediakan ikan untuk pasar Palestina di Jalur Gaza,” ungkap Jommah.

Jommah berharap, dengan kapal ini dapat membantu nelayan di Gaza yang sampai saat ini masih terkendala untuk melaut. “Proyek ini akan memberikan pengaruh positif untuk warga Gaza, khususnya para nelayan sebagai tambahan bagi pemasukan mereka,” harap Jommah.

Kehidupan nelayan di Gaza memang penuh getir. Sepanjang tahun 2020 lalu, Komite Serikat Pertanian (UAWC) mencatat bahwa aparat Israel telah menyerang para nelayan Gaza sebanyak 320 kali. UAWC juga menyatakan bahwa Angkatan Laut Israel tidak segan menggunakan senapan mesin, meriam kaliber kecil, dan meriam air untuk mengganggu para nelayan Gaza yang sedang menangkap ikan.

Israel juga kerap menutup daerah penangkapan ikan setiap awal musim menangkap ikan di Gaza. Laporan dari Gaza Fisherman Union Committees pada April 2021 lalu, penutupan ini mengakibatkan sekitar 90% dari para nelayan hidup di bawah garis kemiskinan.[]