Bantuan Kapal Kemanusiaan Jangkau Penyintas Gempa di Perbukitan Mamuju

Setibanya di Sulawesi Barat, bantuan yang dibawa Kapal Kemanusiaan segera didistribusikan ke penyintas bencana di berbagai titik di Mamuju dan Majene. Hadirnya bantuan di pekan ketiga pascagempa ini disambut hangat oleh para penyintas.

Relawan MRI dari Posko Kemanusiaan ACT Unit Kaluku menurunkan logistik untuk warga terdampak gempa di Lungkungan Puncak Indah, Bebangam Kaluku, Kabupaten Mamuju, Rabu (3/2/2021). Bantuan ini berasal dari Kapal Kemanusiaan untuk Sulbar yang ACT datangkan dari Jakarta dengan membawa berbagai kebutuhan penyintas bencana. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, MAMUJU – Jalan tanah dan mendaki menjadi akses bagi relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) tiba di Lingkungan Puncak Indah, Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kaluku, Kabupaten Mamuju, Rabu (3/2/2021). Menggunakan mobil dobel kabin berpenggerak empat roda, relawan membawa bantuan kemanusiaan menuju Lingkungan Puncak Indah yang merupakan salah satu permukiman warga yang terimbas gempa Sulawesi Barat pada Jumat (15/1/2021) lalu. Bantuan kemanusiaan tersebut merupakan logistik yang baru saja tiba di Mamuju menggunakan Kapal Kemanusiaan yang Aksi Cepat Tanggap (ACT) layarkan dari Jakarta untuk penyintas gempa Sulbar.

Lingkungan Puncak Indah sendiri berada di area perbukitan yang jaraknya lebih kurang ditempuh 15-20 menit menggunakan mobil dari Jalan Poros Mamuju-Palu. Permukiman yang dihuni 89 keluarga ini merupakan permukiman terakhir yang terletak di puncak bukit dengan hutan dan jurang yang membatasi. Perkampungan terdekat dari Puncak Indah berada lebih rendah, dengan waktu tempuh sekitar 5-10 menit menggunakan kendaraan. Posisi Puncak Indah yang cukup jauh dari keramaian membuat bantuan kemanusiaan jarang menyapa warga di sana. Sekalipun ada, jumlahnya terbatas, sedangkan para penyintas gempa di sana merupakan satu kampung dengan jumlah ratusan jiwa.

“Bantuan yang masuk ke sini jumlahnya terbatas, jadi dikumpulkan terlebih dahulu di kepala lingkungan lalu dibagi secara merata. Karena seluruh warga di sini merupakan korban gempa, jadi semuanya harus mendapatkan bantuan yang sama,” jelas Suparman yang juga Kepala Lingkungan Puncak Indah, Rabu (3/2/2021).

Rumah di Puncak Indah mayoritas bangunannya semi permanen. Sehingga ketika gempa M6,2 mengguncang pada pertengahan Januari lalu, tak sedikit rumah yang mengalami kerusakan. Dari data yang dihimpun, sebanyak 26 rumah di Lingkungan Puncak Indah mengalami kerusakan dan beberapa warga mengalami luka-luka. Hingga kini, rumah warga yang rusak belum seluruhnya diperbaiki, mereka lebih memilih mendirikan tenda di sekitar rumah untuk bertahan karena takut gempa susulan. Selain itu, faktor ekonomi juga berpengaruh pada kemampuan warga memperbaiki rumah, rata-rata warga Puncak Indah mengandalkan hasil kebun yang pendapatannya tidak menentu.

Logistik Kapal Kemanusiaan

Pada Rabu kemarin, tim MRI yang bertugas di Posko Kemanusiaan ACT Unit Kaluku mendistribusikan bantuan kemanusiaan kepada warga di Puncak Indah. Logistik tersebut merupakan bantuan yang baru saja tiba di Mamuju pada Senin (1/2/2021) dengan Kapal Kemanusiaan. Bantuan berupa Beras Wakaf sebanyak 89 karung, air mineral, hingga alat kebersihan telah diterima oleh semua warga di Puncak Indah.

“Ini bantuan paling banyak yang selama ini kami terima. Sampai-sampai satu keluarga bisa dapat 1 karung beras. Kami sangat berterima kasih,” ungkap Suparman.

Selain di Puncak Indah, tim MRI-ACT juga akan mendistribusikan logistik Kapal Kemanusiaan ke berbagai titik terdampak gempa di Mamuju serta Mejene. Pemerataan distribusi menjadi tujuan utama agar seluruh warga terdampak bisa mendapatkan bantuan kemanusiaan di tengah duka bencana. “Untuk di Kaluku, Kabupaten Mamuju sendiri banyak titik permukiman yang terdampak gempa. Memang kalau dilihat sepanjang jalan poros tidak terlalu parah dampaknya. Tapi mereka yang tinggal di pedalaman seperti Puncak Indah ini sesungguhnya terdampak dan mereka bertahan di tengah minimnya bantuan,” jelas Arifin tim MRI yang bertugas di Posko Kemanusiaan ACT Unit Kaluku.[]