Bantuan Kelambu Jangkau Wilayah Endemik Malaria di Lombok

Puluhan warga di Desa Mengkaung, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, kembali terjangkit wabah malaria. ACT NTB pun senantiasa memberikan bantuan kelambu sebagai upaya penanggulangan dan pencegahan.

ACTNews, LOMBOK BARAT - Wabah malaria yang menyerang dua desa di Kecamatan Batu Layar menjadi perhatian khusus bagi ACT Nusa Tenggara Barat (NTB). Dua desa tersebut di antaranya Desa Mengkaung dan Desa Penanggak. Sabtu (20/7), ACT NTB bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) memberikan pelayanan kesehatan dan membagikan bantuan kelambu dari Unilever Indonesia. 

Bersama petugas kesehatan Puskesmas Meninting, Kecamatan Batulayar, tim menyusuri Dusun Bunut Bonyot di Desa Mengkaung. Menurut Akmam selalu petugas kesehatan dari Puskesmas Meninting, di dusun tersebut terdapat banyak pasien Malaria. Berdasarkan data yang timnya kumpulkan, 28 penduduk Dusun Bunut Bonyot positif mengidap malaria. Sebanyak 15 di antaranya adalah balita, sementara 13 lainnya adalah orang dewasa.

Penanganan endemik malaria di Kecamatan Batulayar diakui Akmam sedikit mengalami kendala. “Karena masyarakat enggan menyelesaikan minum obat malaria. Beberapa bantuan kelambu yang disalurkan kepada mereka juga tidak dipakai. Jadi butuh edukasi yang masif kepada daerah yg terdampak endemik ini,” terang Akmam.

Namun demikian, hal ini tidak menyurutkan semangat tim medis ACT dan petugas Puskesmas Meninting untuk terus mengedukasi warga terkait pencegahan malaria. Edukasi ini dibarengi dengan pemberian kelambu kepada warga terjangkit. Hal ini disampaikan oleh Halid selaku Koordinator Tim Medis MRI-ACT NTB. "Semoga bantuan kelambu ini bisa menekan angka warga yang terjangkit malaria," ungkap Halid.

M. Romi Saefudin selaku Kepala Tim Program ACT NTB menjelaskan, bantuan kelambu ini akan terus di distribusikan ke daerah-daerah yang menjadi endemik wabah DBD dan Malaria di seluruh NTB. Tim juga akan terus bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan aparat desa untuk memperoleh data daerah yang rentan terjadi endemik malaria. []