Bantuan Kemanusiaan Hadir untuk Warga Terdampak Banjir Sintang

Sepekan banjir merendam Sintang, membuat banyak aktivitas warga terdampak dan akses terputus. Di beberapa titik, warga dikabarkan juga belum mendapatkan bantuan.

banjir sintang
Kondisi banjir di Sintang. (ACTNews)

ACTNews, SINTANG – Banjir yang melanda Kalimantan Barat, tepatnya Kabupaten Sintang dalam sepekan terakhir, melumpuhkan aktivitas warga dan sejumlah fasilitas umum. Air pun merendam permukiman warga, khususnya yang berada di tepian Sungai Melawi dan Kapuas.

Merespons kejadian ini, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kalbar bergegas ke lokasi banjir untuk mendistribusikan bantuan, Kamis (7/10/2021). Ada beberapa titik distribusi kali ini, seperti Kelurahan Ladang dan Mekar Jaya, Kecamatan Sintang.

Untuk sampai ke dua lokasi ini, medan yang dilalui cukup sulit, karena tak semuanya bisa dilewati dengan jalur darat akibat banjir yang masih merendam.

“Dua kelurahan ini terpisah oleh Sungai Melawi dan Kapuas yang begitu besar. Banjir pun masih merendam, sehingga tak memungkinkan jalur darat karena terputus,” jelas Nircho Dwi Anggoro dari tim Program ACT Kalimantan Barat.

Untuk sampai dari satu kelurahan ke kelurahan lain, tim ACT yang pendistribusian kali ini didukung Damkar Kabupaten Sintang, Forum Lintas Komunitas dan Relawan Indonesia, serta kemitraan dengan Kantor Bea Cukai Pontianak, akhirnya menggunakan speed boat. Untuk mengantarkan paket bantuan di lokasi tujuan pun dengan sampan yang dipinjamkan warga.

“Banjir kali ini memang salah satu yang terparah. Kejadiannya pun berlangsung lama,” tambah Nircho.

Dampak banjir, ratusan rumah warga masih terendam dengan kedalaman bervariasi, paling tinggi mencapai dada orang dewasa. Bencana ini pun melumpuhkan aktivitas warga, khususnya perekonomian. Roni Apriansyah, salah satu warga Kelurahan Ladang, mengatakan, banjir terjadi setelah hulu Sungai Melawi dilanda banjir beberapa waktu lalu. Sebagian warga pun memilih mengungsi, khususnya mereka yang rumahnya sudah terendam selama sepekan. Akan tetapi, tak sedikit juga warga yang bertahan di rumah masing-asing karena ketinggian banjir belum sampai masuk ke dalam rumah.

Kedatangan tim ACT membawa bantuan pun disambut warga. Gusti, Ketua RT 02 di Kelurahan Mekar Jaya, mengatakan, baru kali ini perkampungannya mendapatkan bantuan dari pihak luar.

“Belum ada bantuan apa-apa sebelumnya yang kami dapat selama sepekan terkenda banjir,” ungkapnya.[]