Bantuan Kemanusiaan jadi Harapan Mongolia di Musim Dingin

Masuk puncak musim dingin, suhu di Mongolia bisa mencapai -20 - -40 derajat Celcius. Penduduk di sana yang sebagian besar adalah masyarakat miskin, sangat membutuhkan bantuan batu bara sebagai bahan bakar pemanas.

musim dingin di mongolia
Bantuan batu bara untuk muslim di Mongolia pada 2019 lalu. (ACTNews)

ACTNews, MONGOLIA – Mongolia merupakan salah satu negara yang terletak di Asia Timur. Diapit Rusia di sebelah utara dan China di selatan, membuat Mongolia menjadi negara yang terkurung daratan. Negara seluas 1.564 juta kilometer persegi tersebut tengah memasuki musim dingin yang mencekam pada Desember ini.

Berdasarkan data yang dihimpun tim Global Humanity Response (GHR) dari Aksi Cepat Tanggap (ACT), suhu pada puncak musim dingin di Mongolia bisa menyentuh angka -20 hingga -40 derajat Celcius.

Untuk menghangatkan suhu pada musim dingin, masyarakat Mongolia sangat bergantung pada batu bara sebagai bahan bakar perapian dan kompor.

Namun, kian tahun, harga batu bara terus naik. Masyarakat kesulitan dan mendapatkan bahan bakar, termasuk bagi warga di Provinsi Bayan Olgii. Mayoritas penduduk di sana adalah keluarga miskin yang sangat kesulitan untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Said Mukaffiy dari tim GHR-ACT mengatakan, kebutuhan batu bara sudah meningkat drastis sejak awal Oktober ketika musim dingin tiba. Sayangnya, kondisi ekonomi warga Olgii tidak sebaik kota-kota lain. Mereka terpaksa menghadapi musim dingin dengan keadaan seadanya.

"Suhu dingin menjadi penyebab krisis kemanusiaan yang begitu kompleks di Olgii. Saat suhu dingin, kematian bukan hal mustahil. Rumah mereka yang sederhana sering kali tidak bisa melindungi diri. Banyak juga orang yang tidak bisa bekerja ketika musim dingin. Kelaparan karena tidak mampu membeli makanan juga menjadi salah satu dampaknya," jelas Said, Rabu (15/12/2021). Said berharap, tahun ini, kehangatan masyarakat Indonesia dapat kembali tiba di Olgii.

Setiap tahun ACT selalu berusaha hadir untuk memberikan bantuan batu bara untuk mayarakat di Olgii. Tidak kurang dari 500 ton batu bara yang telah didistribusikan untuk ribuan warga Mongolia sejak tahun 2018. “Semoga tahun ini, kebaikan kita sebagai bangsa Indonesia bisa menghangatkan mereka. Sahabat Dermawan bisa langsung memberikan bantuan terbaik ke Aksi Cepat Tanggap,” ajak Said.[]