Bantuan Kemanusiaan Mendesak Penyintas Kebakaran di Manokwari

Kini para pengungsi membutuhkan bantuan. Mereka membutuhkan pakaian layak pakai, alas tidur, kebutuhan bayi layaknya susu, dan membutuhkan air minum.

kebakaran manokwari
Sisa puing-puing kebakaran di perumahan padat penduduk di Manokwari Papua, (ACTNews)

ACTNews, MANOKWARI – Ratusan rumah di kawasan pemukiman padat penduduk di kompleks Borobudur, Kelurahan Padarni, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua, terbakar hebat pada Kamis (30/9/2021) lalu. Api menghanguskan rumah yang dihuni sekitar 800 kepala keluarga pada tiga RT dan dua RW. Hanya tersisa tiang tiang bangunan yang tertancap di pesisir Teluk Sawaibu.

Kini sekitar 1,4 ribu jiwa terpaksa harus mengungsi di tempat seadanya.  Korban kebanyakan adalah wanita, anak-anak dan bayi. “Mereka ditempatkan di tiga tempat berbeda, seperti di Gedung Dharma Wanita, Taman Jokowi, dan di masjid,” kata Tim Program ACT Jayapura Haris Husen saat dihubungi, Jumat (1/9/2021) ini.

Fasilitas di pengungsian terbatas, sementara banyak dari mereka yang kehilangan harta benda. Kebutuhan-kebutuhan tersebut yakni seperti pakaian layak pakai, alas tidur, kebutuhan bayi layaknya susu, dan air minum. “Selain logistik, para penyintas kini juga membutuhkan dukungan psikososial untuk meringankan trauma mereka,” ujar Husen.

Karenanya, Husen mengajak para dermawan untuk menyalurkan kepedulian kepada para penyintas. “Dengan bantuan kita, mudah-mudahan para penyintas dapat melalui kesulitan yang saat ini mereka alami di pengungsian,” harap Husen.

Untuk diketahui, upaya pemadaman saat terjadi kebakaran tak bisa dilakukan dengan mulus. Lokasi yang padat ditambah akses masuk yang sempit membuat pemadaman api hanya bisa dilakukan seadanya dan manual. Upaya berjibaku para warga tak membuahkan hasil. Api yang mulai membesar sekira pukul 10.00 WIT dengan cepat meratakan pemukiman.[]