Bantuan Kemanusiaan Penyintas Bencana di Flores Timur Mendesak Dipenuhi

Ribuan jiwa pengungsi bencana di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menggantungkan kebutuhan pada bantuan kemanusiaan. Namun, hingga empat hari usai bencana, belum semua kebutuhan darurat bisa terpenuhi.

Sebuah mobil yang terbalik akibat terjangan arus banjir bandang di Kabupaten Flores Timur, NTT. (ACTNews/Akbar)

ACTNews, FLORES TIMUR Kebutuhan darurat korban bencana di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, hanya bergantung pada bantuan kemanusiaan. Di hari keempat pascabencana, Jumat (9/4/2021), belum semua korban bisa mengakses bantuan.

“Sekarang bantuan sudah mulai masuk, namun belum menyeluruh. Masih banyak kebutuhan pengungsi yang belum bisa dipenuhi, termasuk urusan medis,” jelas Melza dari tim Humanity Medical Services-ACT yang ada di Desa Waiburak, Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Jumat (9/4/2021).

Melza menambahkan, sejumlah obat-obatan saat ini mendesak dipenuhi. Banyak warga yang ditemukan mengungsi di rumah keluarga dalam kondisi terluka akibat hantaman material banjir. Menurut Melza, tenaga dokter, perawat serta apoteker amat diperlukan. Selain melakukan pengobatan, tenaga kesehatan diperlukan untuk mengedukasi warga yang sungkan melaporkan kesehatannya ke paramedis. Menurut Melza, kondisi itu bisa memperparah kesehatan para penyintas.

Di samping itu, kebutuhan rumah tangga seperti selimut, kasur dan masker juga belum terpenuhi. Menurut keterangan Melza, selama ini para pengungsi tinggal dengan kondisi seadanya, mereka tidur dengan alas yang sangat tipis.

Saat ini, selain tim medis, Aksi Cepat Tanggap juga telah menyiagakan tim tanggap darurat untuk membantu evakuasi dan pencarian korban hilang. Posko Kemanusiaan juga dibuka di sejumlah daerah.

Koordinator Tim Tanggap Darurat ACT di NTT Lukman Solehudin mengatakan, hingga Jumat (9/4/2021) jaringan listrik dan komunikasi di Flores belum sepenuhnya pulih. Hal ini lah yang menjadi hambatan untuk berkomunikasi dengan anggota tim yang terpisah wilayah. Namun, Lukman memastikan aksi terbaik untuk membantu para penyintas terus berjalan di masing-masing wilayah.

“Kami sudah mendirikan posko kemanusiaan, posko medis, serta dapur umum di sejumlah kabupaten dan kota. Mohon doa dan dukungan agar kondisi di sini segera membaik. Apalagi di momen menjelang Ramadan, kita sama-sama berharap para penyintas bisa menjalani ibadah dengan tenang dan nyaman,” harap Lukman.[]