Bantuan Kemanusiaan Segera Disalurkan untuk Pengungsi di Malang

Banjir bandang yang menerjang beberapa wilayah di Kota Batu dan Malang mulai surut. Namun, lumpur tebal dan material banjir masih menggunung dan membuat korban tetap harus mengungsi.

banjir bandang malang
Tim ACT Malang mendistribusikan bantuan darurat untuk para pengungsi. (ACTNews)

ACTNews, MALANG – Banjir bandang yang menerjang beberapa titik di Kota Batu dan Malang, Jawa Timur, pada Kamis (4/11/2021) kemarin mulai surut. Namun, dari laporan yang diterima ACTNews dari tim Masyarakat Relawan Indonesia-ACT Malang, lumpur dan sisa-sisa material banjir masih memenuhi ruas-ruas jalan di daerah terdampak.

Iqrok Wahyu Perdana dari tim ACT Malang, mengatakan, sisa material banjir menyebabkan pengungsi belum mampu kembali ke rumahnya. Mereka memilih untuk menetap di sejumlah posko pengungsian.

"Laporan terkini tim kami di lapangan, banyak sekali rumah yang masih terendam lumpur tebal dan sulit diakses. Banyak fasilitas milik warga seperti kandang hewan, itu banyak yang hancur. Beberapa rumah juga ada yang jebol usai diterjang banjir. Untuk korban, tim kami mencatat ada dua korban jiwa. Lalu juga masih ada belasan yang hilang," kata Iqrok. 

Bantuan kemanusiaan darurat pun segera didistribusikan ACT untuk para pengungsi. Ratusan porsi makanan siap saji dan sejumlah pakaian hangat diberikan untuk pengungsi di Klojen dan Polehan pada Jumat (5/11/2021) pagi. Kedua lokasi ini menjadi salah satu yang terdampak cukup parah.

"Di Klojen, ada  sekitar 194 warga yang mengungsi karena rumahnya belum aman akibat dampak banjir bandang kemarin. Bantuan pangan menjadi sangat darurat karena mereka tidak bisa mempersiapkan makanan sama sekali ketika pagi hari. Selain itu juga belum didirikan dapur di tempat pengungsian, sehingga mereka belum bisa menyiapkan makanan," ujar Iqrok.

Iqrok menambahkan, saat ini tim ACT dan relawan MRI tengah meninjau lokasi bencana untuk distribusi bantuan berikutnya. "Insyaallah, akan ada bantuan medis dan obat-obatan untuk pengungsi. Selain itu, jika memungkinkan, akan kita buatkan dapur umum untuk memudahkan pengungsi mendapatkan makanan," jelasnya.[]