Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Garut dan Sukabumi Terus Diberikan

Satu bulan pascabencana banjir dan longsor menerjang Kabupaten Sukabumi dan Garut, Aksi Cepat Tanggap terus memberikan bantuan kemanusiaan secara berkala, mulai dari paket pangan, layanan kesehatan, hingga perlengkapan sekolah.

Korban banjir Kampung Cibera RT 1 RW 5 Desa Karyasari, Kecamatan Cibalong menjalani layanan kesehatan yang diinisiasi ACT Garut bersama RSUD Pameungpeuk. (ACTNews)

ACTNews, GARUT, SUKABUMI - Sebanyak 100 kepala keluarga korban banjir di Kampung Cibera RT 1 RW 5  Desa Karyasari, Kecamatan Cibalong, Garut, menerima pelayanan kesehatan yang diinisiasi Aksi Cepat Tanggap berkolaborasi dengan RSUD Pameungpeuk. Dukungan ini merupakan bantuan yang terus berlanjut sejak satu hari banjir menerjang Kabupaten Garut.

Kepala Cabang ACT Garut Mochammad Dani Ramdani melaporkan, layanan kesehatan berlangsung pada Senin (26/10) hingga Selasa (27/10). Selain layanan kesehatan, ACT Garut juga membuka dapur umum untuk mendukung bantuan pangan warga yang hingga kini belum benar-benar pulih,

“Kami juga membuka dapur umum sejak Ahad (25/10) lalu yang setiap hari melayani hingga 300 kepala keluarga. Insyaallah dapur umum ini akan berjalan hingga akhir Oktober mendatang,” kata Dani.

Bertepatan dengan layanan kesehatan di Kampung Cibera, bantuan makanan siap santap dibagikan ke wilayah lain, yakni Kampung Pangaweran, agar jangkauan penerima manfaat meluas. Makanan siap santap juga dibagikan kepada  korban banjir di Kampung Sukapura di Kecamatan Cisompet.

Sementara itu, di Kabupaten Sukabumi, 200 paket bantuan pangan diberikan kepada korban banjir di Kampung Cibuntu, RT 4, 5, dan 6 Desa Pasawahan Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Sabtu (17/10). Bantuan disusul dengan puluhan paket alat tulis untuk anak-anak penyintas banjir pada Rabu (21/10) di Kampung Cibuntu RT 1 Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug .

Resdiana Pratama dari Tim Komunikasi ACT Jawa Barat melaporkan, bantuan alat tulis dibutuhkan anak-anak untuk belajar, setidaknya dalam kondisi pascabanjir. “Mereka tidak punya peralatan sekolah. Bahkan sekadar buku tulis mereka habis terbawa banjir yang terjadi tepat sebulan yang lalu,” kata Resdiana.

Aksi Cepat Tanggap terus mengajak sahabat dermawan membersamai para penyintas bencana di Jawa Barat. Bantuan terbaik dapat disampaikan melalui laman Indonesia Dermawan, melalui rekening BNI Syariah di nomor 6600000981 atas nama Yayasan Aksi Cepat Tanggap, atau menghubungi ACT Jawa Barat, ACT Sukabumi, dan ACT Garut.[]