Bantuan Logistik untuk Korban Longsor di Sapaya, Gowa

Bantuan Logistik untuk Korban Longsor di Sapaya, Gowa

ACTNews, GOWA - Tak cuma banjir bandang yang melanda Sulawesi Selatan sejak Selasa (22/1) lalu. Namun, hujan yang mengguyur salah satu provinsi di Tanah Celebes itu juga mengakibatkan tanah longsor imbas lereng yang curam tak kuat menahan derasnya air hujan. Puluhan orang dinyatakan hilang dan diperkirakan tertimbun.

Dari laporan tim Aksi Cepat Tangap (ACT) yang sudah berada di lokasi satu hari setelah kejadian, terdapat paling tidak 8 titik longsor di Desa Sapaya, Kecamatan Bungaya di Kabupaten Gowa. Wilayah ini merupakan tempat paling parah terdampak selain Dusun Pattiro di Kecamatan Manuju yang tertimbun. Dari 8 titik itu, 3 di antaranya terparah, seperti di Pasar Sapaya. Ratusan jiwa warga Sapaya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Guna mendukung kebutuhan hidup pengungsi di Sapaya, Ahad 27/1) Tim ACT melalui Posko Wilayah Sapaya mendistribusikan bantuan logistik bekerja sama dengan Yayasan Hadji Kalla. Keperluan mendesak seperti makanan siap santap, obat-obatan, keperluan bayi serta pakaian diberikan kepada belasan pengungsi.

Tim Posko ACT Wilayah Sapaya Yusuf mengatakan, bantuan ini diberikan karena masih lumpuhnya kehidupan masyarakat di sana. Selain hancurnya rumah, kebun milik warga juga rusak. “Pelayanan kesehatan juga kemarin kami berikan kepada warga guna memastikan kondisi kesehatan mereka,” ungkapnya ketika dihubungi via telepon, Senin (28/1).

Hingga Ahad  (27/1) dilaporkan 7 orang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, serta 3 orang dinyatakan masih hilang di sekitar Pasar Sapaya. Sedangkan total di Desa Sapaya sendiri ditemukan 21 orang meninggal dunia. “Kami belum bisa memastikan orang yang diperkirakan tertimbun karena banyaknya titik longsor dan belum bisa dijangkau,” tambah Yusuf.

Kondisi yang belum pulih sepenuhnya pun masih terjadi di seantero Sapaya. Relawan ACT di Sapaya melaporkan, ketika malam tiba Desa Sapaya masih dirundung kegelapan. Aliran listrik sejak hari pertama kejadian terputus. Jaringan komunikasi juga mengalami gangguan, sehingga laporan kondisi terkini dari lokasi terdampak sempat terhambat karena jaringan internet yang hilang. Jembatan yang menghubungkan ke Sapaya juga terputus, perlu jalan memutar dan waktu yang lebih lama untuk menuju lokasi. []

Tag

Belum ada tag sama sekali