Bantuan Modal Kuatkan Usaha Kecil di Tengah Pandemi

Sudah 10 tahun Inar, warga Cikadu, Cianjur hidup sendiri tanpa suami yang telah meninggal dunia tanpa anak. Untuk menyambung kehidupan, jualan makanan ringan jadi pilihannya, tak besar penghasilan, apalagi di tengah pandemi ini uang yang bisa lansia ini dapat semakin sedikit.

Bantuan Modal Kuatkan Usaha Kecil di Tengah Pandemi' photo
Inar saat ditemui di rumahnya ketika Global Wakaf menyerahkan bantuan modal. (ACTNews)

ACTNews, CIANJUR Inar namanya, atau warga di sekitar tempat tinggalnya di Kampung Sirnagalih, Desa Cikadu, Kecamatan Cikadu, Cianjur memanggilnya Mak Inar. Usianya tak lagi muda, yakni 78 tahun. Namun, di hari senjanya, Inar masih harus membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berdagang makanan ringan jadi pilihannya untuk menyambung hidup. Tokonya pun tak besar, hanya memanfaatkan sedikit dari bagian depan rumahnya yang terbuat dari papan-papan dan agak tidak layak huni.

Perempuan baya itu tinggal sendiri di rumahnya. Sang suami telah 10 tahun lalu meninggal dunia tanpa meninggalkan anak. Hal ini yang membuat Inar harus tinggal sebatang kara di rumah dengan usaha kecil sebagai penyambung kehidupan.

Mengetahui tentang kondisi Inar, membuat Global Wakaf-ACT pada September lalu menyambanginya. Selain untuk menjalin silaturahmi, Global Wakaf juga menyerahkan bantuan dana berupa modal usaha dari program Wakaf Modal Usaha Mikro. Harapannya, bantuan ini mampu mempertahankan dan mengembangkan usaha yang sedang Inar jalani.

“Terima kasih atas modalnya, semoga kita semua mendapatkan keberkahan,” ungkap Inar.

Inar sendiri merupakan seorang pedagang skala kecil yang masih bertahan hingga saat ini. Walau usaha yang ia jalani jauh dari episentrum sebaran Covid-19, ia mengaku pendapatannya menurun selama adanya pandemi ini. Dengan begitu, kehidupan dan ekonomi Inar yang merupakan lansia itu pun juga ikut terdampak.

Wakaf Modal Usaha Mikro sendiri merupakan program yang baru beberapa bulan lalu Global Wakaf-ACT luncurkan. Program ini merupakan bentuk respons untuk menanggulangi dampak pandemi yang berpengaruh pada usaha kecil hingga mikro. Wahyu Nur Alim selaku Koordinator Program Wakaf Modal Usaha Mikro mengatakan, sasaran penerima manfaat akses permodalan tanpa bunga ini meliputi usaha tekstil, makanan, minuman hingga produsen pangan. “Kami berharap dana wakaf yang tersalurkan bisa dijaga nilai pokoknya, dan bisa bermanfaat bagi penerima manfaat,” harap Wahyu.

Per 21 Agustus hingga 21 Oktober, program Wakaf Modal Usaha Mikro telah menyalurkan bantuan modal ke lebih dari 1.100 penerima manfaat di 42 kabupaten/kota. Belasan ribu peneriman manfaat ini pun mendapatkan pendamping dari Global Wakaf untuk membantu pemecahan masalah pelaku usaha. Jenis usaha yang terdanai juga beragam, mulai dari produsen pangan hingga olahan, sampai distributor pangan serta pakaian.

“Semua kebaikan ini bersumber dari dana wakaf masyarakat. Nilai pokoknya akan dijaga, sedangkan penerima manfaat akan mengembalikan dana tanpa riba sama sekali. Namun, walau telah seribu lebih usaha yang terdanai, ini belum bisa membantu usaha kecil lain yang belum tersentuh bantuan. Untuk itu, peran pewakif sangat besar di program kebaikan ini,” tambah Wahyu, Kamis (22/10).[]