Bantuan Musim Dingin Dermawan Sampai ke Negara Balkan

Suhu beku menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah muslim prasejahtera di salah satu negara Balkan, Makedonia Utara. Belum lagi, ketika bahan pangan mereka mulai menipis.

Bantuan Musim Dingin Dermawan Sampai ke Negara Balkan' photo
Muslim di Makedonia menerima bantuan paket pangan dan selimut. (ACTNews)

ACTNews, MAKEDONIA – Suhu menunjukkan minus dua derajat Celsius di Strumica, salah satu kota di Makedonia Utara, Kamis (2/1) dini hari waktu setempat. Udara di bawah nol menjadi selimut yang membekukan salah satu negara di wilayah Balkan itu.

Belum lagi, keluarga-keluarga yang  tinggal di pegunungan. Siapa sangka, di antara mereka masih banyak yang tinggal di rumah semi permanen dan tenda-tenda. “Kondisi ekonomi prasejahtera membuat sebagian dari mereka tinggal di rumah semi permanen bahkan lebih mirip disebut tenda,” jelas Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response (GHR) – Aksi Cepat Tanggap (ACT), Kamis (2/1).

Demir selaku mitra ACT di Makedonia Utara melaporkan, keadaan penduduk yang tinggal di rumah semi permanen cukup memperihatinkan. “Kepada saudara sekalian, kami beritakan dari utara Makedonia. Warga di sini memberikan salam kepada Indonesia yang telah memberikan bantuan. Mereka adalah keluarga yatim yang hidup di suhu dingin. Pada cuaca yang dingin ini, mereka terpaksa harus bertarung sendiri untuk bertahan. Insyaallah semoga ada proyek baru lagi bersama anda sekalian untuk mereka membangun satu ruangan atau satu rumah yang ingin kita lakukan. Dan dari hati yang paling dalam, kami mengucapkan terima kasih banyak. Seperti ini lah kondisi mereka, mari kita lihat lebih dekat lagi, alas kaki, pakaian, seperti ini mereka harus bertarung hidup,” terang Demir.

Bantuan paket pangan dan selimut dari dermawan Indonesia pun menyapa mereka. Sebanyak 100 KK atau setara 300 jiwa di Macedonia Utara menerima bantuan tersebut pada Rabu (25/12) sampai Jumat (27/12). “Bantuan kami berikan langsung kepada keluarga di Strumica, Peperevo, Vasilevo, Baldirina, Ernekuk, Bansko, Macedonia. Mereka adalah para yatim yang hidup di bawah garis kemiskinan dan sangat membutuhkan bantuan,” jelas Said.[]


Bagikan