Bantuan Musim Dingin Kembali Sapa Pengungsi Yaman di Sanaa

Ratusan paket pangan dari masyarakat Indonesia kembali menyapa pengungsi Yaman di Sanaa, Yaman. Bantuan ini hadir bertepatan dengan musim dingin.

bantuan pangan yaman
Pengungsi Yaman menerima bantuan musim dingin dari masyarakat Indonesia melalui Aksi Cepat Tanggap. (ACTNews)

ACTNews, SANAA – Yaman masih dilanda musim dingin yang mencekam sejak Januari lalu. Bantuan pangan pun dikirimkan Aksi Cepat Tanggap untuk pengungsi di Yaman. Bantuan diberikan untuk hampir 500 orang di daerah Al-Irrah dan Al-Raqabah di Kota Sanaa. Para penerima manfaat merupakan keluarga pengungsi, yang mengalami krisis kemanusiaan imbas terdampak konflik bersenjata di Yaman.

Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Network ACT menjelaskan, bantuan paket pangan ini merupakan ikhtiar menyediakan kebutuhan pangan bagi para pengungsi di musim dingin. Saat keadaan seperti ini, para pengungsi makin sulit untuk memperoleh makanan karena suhu mencapai 9 derajat Celsius sementara tubuh mereka lemas tidak berenergi.

"Kondisi para pengungsi Yaman sangat memprihatinkan. Hampir sebagian besar dari pengungsi tidak dapat membeli dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Cuaca yang sangat dingin membuat kesehatan para pengungsi juga ikut terancam," ujar Said, Ahad, (6/3/2022).

Lebih lanjut, Said menjelaskan paket pangan tersebut berisi berbagai makanan pokok yang bersifat tahan lama dan disediakan untuk memenuhi kebutuhan pangan pengungsi untuk beberapa bulan ke depan.

Selain pangan, ACT juga menyediakan bantuan pakaian hangat untuk para pengungsi. "Ini merupakan aksi kemanusiaan yang terus bergulir. Tentu, kami tidak ingin kebaikan masyarakat Indonesia berhenti membantu saudara di Yaman. Ribuan paket pangan juga telah didistribusikan di wilayah lain Yaman pada Januari lalu," terang Said.[]