Bantuan Musim Dingin Lipur Lara Pengungsi Suriah di Idlib

Pascaserangan berturut-turut pekan lalu, ratusan ribu warga Suriah kini mengungsi ke Idlib Utara. Selain menghadapi ancaman keamanan, para pengungsi juga harus menghadapi cuaca musim dingin yang tidak bersahabat.

Bantuan Musim Dingin Lipur Lara Pengungsi Suriah di Idlib' photo
Relawan menyiapkan bantuan paket pangan musim dingin untuk pengungsi Suriah di Idlib. (ACTNews)

ACTNews, IDLIB – Jalan masih basah sisa guyuran hujan. Suhu musim dingin membuat udara semakin menggigit di tubuh. Sejumlah relawan tengah beraktivitas menghitung karton-karton paket pangan di salah satu pergudangan di Idlib, Suriah. Sebanyak 21 ton paket pangan dari Indonesia tengah disiapkan relawan Aksi Cepat Tanggap untuk para pengungsi.

Selama tiga hari, Rabu (25/12) sampai Jumat (27/12), 525 kepala keluarga atau setara 3.150 jiwa menerima paket paket pangan tersebut. “Mereka adalah pengungsi internal Suriah di Idlib,” terang Firdaus Gurtino dari tim Global Humanity Response (GHR) – Aksi Cepat Tanggap.

Humanitarian Data Center ACT mencatat, sedikitnya 214.593 orang mengungsi ke wilayah Idlib Utara akibat serangan sepekan lalu. Firdaus menerangkan, sebagian besar pengungsi menuju ke wilayah Idlib dan Aleppo yang berbatasan dengan Turki. “Ratusan ribu orang mengungsi dari Idlib menuju daerah perbatasan akibat serangan udara dan penembakan terhadap warga sipil. Para pengungsi bereksodus ke wilayah utara Idlib,” jabar Firdaus. Para pengungsi itu, kata Firdaus, membutuhkan bantuan musim dingin berupa paket pangan, tempat tinggal, pakaian hangat, penghangat ruangan, dan selimut.[]

Bagikan