Bantuan Musim Dingin Siap Hangatkan Gaza

Bantuan musim dingin tengah dipersiapkan tim ACT Palestina. Dari selimut, pakaian

bantuan musim dingin palestina
Tim ACT Palestina tengah mempersiapkan bantuan musim dingin untuk warga Gaza. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Angin dingin di Desember ini terasa sangat menusuk di Gaza, Palestina. Pertengahan Desember hingga Maret nanti, sejumlah negara di Timur Tengah, termasuk Palestina, memang telah memasuki musim dingin. 

Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response ACT menjelaskan, belum lagi, salah satu kebijakan nyeleneh Israel, membuat warga Palestina semakin menderita saat musim dingin. "Israel kerap membatasi ketersediaan listrik tiap harinya. Dari 10 jam perhari, kini bisa dipangkas hingga 4 jam per hari. Hal ini mengakibatkan warga Gaza sulit untuk menghangatkan diri di cuaca ekstrem karena tidak ada listrik. Tidak adanya listrik juga menghambat mereka dalam memenuhi kebutuhan pangan serta kebutuhan dasar lainnya," kata Said, Ahad (5/12/2021).

Untuk meringankan beban penduduk Palestina pada musim dingin, ACT Palestina telah mempersiapkan sejumlah bantuan melalui program Winter Aid. Dalam bantuan tahap awal, akan ada selimut dan pakaian hangat yang didistribusikan untuk ratusan warga Gaza.

Distribusi bantuan akan dilakukan dari Gaza Utara hingga Gaza Selatan. Target penerima manfaat adalah warga miskin, yatim piatu, hingga pengungsi yang tidak memiliki tempat bermukim yang layak. Said menambahkan, bantuan musim dingin nantinya juga akan ada makanan hangat yang akan diberikan.[]