Bantuan Musim Dingin Tiba di Bekaa, Lebanon

Ratusan pengungsi Suriah di Bekaa, salah satu wilayah terdingin di Lebanon, menerima bantuan musim dingin berupa paket pangan, pakaian hangat, hingga selimut dari dermawan.

bantuan musim dingin act
Pengungsi Suriah di Lebanon menerima bantuan musim dingin dari dermawan. (ACTNews)

ACTNews, BEKAA – Musim dingin di Lembah Bekaa, Lebanon, merupakan masa yang jauh dari kata menyenangkan. Hujan dan salju turun dengan lebat, badai, serta serangan hipotermia selalu menjadi kekhawatiran para pengungsi.

Lembah itu dihuni lebih satu juta pengungsi Suriah. Tidak ada pilihan lain. Lembah Bekaa adalah satu-satunya wilayah “aman”, setidaknya dari pertempuran senjata.

Musim dingin ini, bantuan kemanusiaan dihadirkan untuk mereka yang beratahn di Bekaa. Bantuan diharapkan meminimalisir penderitaan pengungsi selama musim dingin. Paket pangan, pakaian hangat, dan selimut bantuan masyarakat Indonesia disampaikan Aksi Cepat Tanggap pada Februari lalu.

Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Network-ACT menjelaskan, Lembah Bekaa merupakan salah satu wilayah terdingin di Lebanon. Saat turun salju, tenda tipis milik pengungsi tidak mampu mencegah suhu minus. Angin musim dingin yang membuat para pengungsi menggigil dapat dengan mudah masuk.

"Alhamdulillah bantuan untuk sekitar 650 pengungsi sudah diberikan. Insyallah bantuan ini bisa menopang kebutuhan mereka selama sebulan," terang Said, Rabu (16/3/2022).

Bantuan pangan menjadi bantuan yang sangat dibutuhkan pengungsi Suriah. Krisis ekonomi yang terjadi di Lebanon turut berdampak ke para pengungsi. Harga bahan-bahan pokok yang naik, pengungsi semakin kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.[]