Bantuan Pangan Bahagiakan Pengungsi Uighur di Zeytinburnu, Turki

Pada Hari Pangan Sedunia, tim ACT memberikan bantuan paket pangan ke ratusan pengungsi Uighur di Zeytinburnu, Istanbul, Turki. Bantuan diberikan guna meringankan mereka yang mengalami krisis pangan.

bantuan pangan uighur
Pengungsi Uighur menerima bantuan paket pangan dari tim ACT. (ACTNews)

ACTNews, ISTANBUL – Tepat dalam peringatan Hari Pangan Sedunia 16 Oktober, tim ACT datang langsung ke Istanbul, Turki, untuk mengantarkan paket pangan ke para pengungsi Uighur di sana. Ratusan pengungsi di Zeytinburnu–daerah yang menampung pengungsi Uighur terbanyak di Istanbul–menjadi penerima manfaat dalam aksi ini.

"Hari Pangan Sedunia ini sepatutnya menjadi renungan bahwa banyak saudara kita yang belum mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara layak. Maka dari itu, hari pangan ini kami peringati dengan menyampaikan bantuan pangan amanah dermawan," ujar Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response ACT, Sabtu (16/10/2021).

Firdaus menjelaskan, paket pangan berisi bahan-bahan pokok yaitu beras, telur, minyak goreng, gula, garam, tepung, dan teh. "Di sisi lain, distribusi pangan ini juga disalurkan untuk memperkuat tali silaturahmi sesama muslim. Sudah menjadi kewajiban jika ada muslim yang kesulitan, maka haruslah kita bantu semaksimal mungkin," jelas Firdaus.

Bantuan paket pangan ini pun bukan yang pertama. Firdaus menjelaskan hampir tiap tahun uluran kedermawanan masyarakat Indonesia untuk Uighur diwujudkan ACT ke dalam bentuk bantuan pangan.

Distribusi bantuan pangan ini diharapkan membawa kebahagiaan serta meringankan beban ekonomi para pengungsi. Pandemi Covid-19 yang memperburuk ekonomi Turki juga berpengaruh terhadap kesejahteraan komunitas Uighur di sana. Para pengungsi sulit mendapat pekerjaan sehingga tak memiliki penghasilan untuk membeli makanan.

Beberapa hari sebelumnya, ACT juga turut memberikan bantuan biaya pendidikan untuk anak-anak yatim Uighur.

Firdaus menerangkan, bantuan untuk pengungsi Uigur di Turki akan dilakukan secara berkesinambungan.

Turki adalah rumah bagi komunitas pengungsi Uighur terbesar di dunia. Sekitar 450 ribu pengungsi bermukim di sana.[]