Bantuan Pangan Cukupi Nutrisi Ribuan Muslim Rohingya di Myanmar

Paket pangan diberikan untuk ribuan pengungsi Rohingya di wilayah Buthidaung di Rakhine, Myanmar. Bantuan ini diharapkan menambah nutrisi bagi para pengungsi yang biasa menyantap makanan sekadarnya untuk bertahan hidup.

paket pangan rohingya
Muslim Rohingya menerima bantuan paket pangan dari tim ACT. (ACTNews)

ACTNews, BUTHIDAUNG – Menjadi pengungsi di negara sendiri membuat pergerakan etnis Rohingya di Myanmar sangat terbatas. Mereka menetap di wilayah Rakhine, sebuah negara bagian kecil yang masuk ke dalam wilayah Myanmar, berdekatan dengan perbatasan Bangladesh.

Di Rakhine, etnis Rohingya hidup dalam segala keterbatasan. Mereka tidak memiliki status kewarganegaraan. Hal ini bahkan berpengaruh pada ketersediaan bahan pangan yang bisa mereka peroleh.

Keadaan pengungsi internal Rohingya terus menjadi perhatian dermawan global. Melalui Aksi Cepat Tanggap, empati untuk pengungsi Rohingya terus mengalir. Akhir Januari lalu, bantuan pangan didistribusikan untuk pengungsi Rohingya di Rakhine, tepatnya di wilayah Buthidaung. Bantuan ini menjangkau sekitar 1.200 pengungsi.

Tim ACT mendatangi langsung kamp-kamp di wilayah Buthidaung. Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response ACT menerangkan, bantuan pangan terdiri dari berbagai bahan makanan pokok seperti beras, minyak, gula, tepung, hingga daging sapi dan daging ikan kaleng. “Insyaallah, bantuan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan pengungsi selama dua bulan ke depan,” kata Firdaus, Senin (7/2/2022).

Bantuan pangan ini pun diharapkan mampu menambah nutrisi dan memperbaiki gizi para pengungsi. Selama ini mereka biasa menyantap makanan ala kadarnya untuk sekadar bertahan hidup.[]