Bantuan Pangan dan Baju Hangat Ukir Senyum Pengungsi Suriah di Akkar

Melarikan diri dari perang, para pengungsi Suriah di Lebanon harus menghadapi kenyataan pahit setelah mereka kehilangan harta benda dan tabungan. Mereka hidup di tengah kemiskinan dan penyakit serta musim dingin yang menusuk. Hadirnya paket-paket pangan serta pakaian hangat itu menghadirkan senyum yang memancar dari wajah para pengungsi Suriah di Akkar.

ACT hadirkan paket pangan sebagai bagian dari bantuan musim dingin untuk pengungsi Suriah di Akkar, Lebanon. (ACTNews)

ACTNews,  AKKAR – Di tengah serentetan bencana yang melanda Indonesia, Aksi Cepat Tanggap (ACT) tidak berhenti menyalurkan bantuan kepada korban krisis kemanusiaan di seluruh dunia, khususnya di tengah musim dingin yang menyergap. Salah satu yang baru-baru ini menjadi lokasi distribusi bantuan musim dingin adalah Akkar, sebuah kegubernuran yang terletak di sebelah utara Lebanon, dekat dengan perbatasan Suriah.

Relawan ACT di Lebanon membagikan bantuan musim dingin berupa paket pangan, dan baju hangat kepada ratusan pengungsi Suriah yang mendirikan tenda di Akkar

“Sebanyak 450 jiwa menerima paket-paket bantuan musim dingin yang didistribusikan selama sepekan, sejak 12 hingga 18 Januari 2020,” papar Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response ACT, Sabtu (23/1/2021). Bantuan yang didistribusikan pada pertengahan Januari tersebut merupakan amanah kedermawanan dari Ippho Santosa serta para donatur yang berkontribusi melalui Kitabisa.com.

Melarikan diri dari perang, para pengungsi Suriah di Lebanon harus menghadapi kenyataan pahit setelah mereka kehilangan harta benda dan tabungan. Mereka hidup di tengah kemiskinan dan penyakit serta musim dingin yang menusuk.  

Kondisi para pengungsi Suriah di Lebanon semakin memburuk selama musim dingin. Selain dingin yang mengigil, tenda-tenda mereka juga rawan kerusakan yang akibat badai. “Tenda mereka dibanjiri air hujan dan diterpa angin kencang tiap tahun. Badai tidak hanya menghancurkan kamp-kamp Suriah, namun juga mengisolasi beberapa desa,”  imbuh Said.

Hadirnya paket-paket pangan dan pakaian hangat itu menghadirkan senyum yang memancar dari wajah para pengungsi Suriah di Akkar, salah satunya adalah Amatullah*, ibu tiga anak yang tinggal di salah satu tenda di kamp pengungsian di Akkar. Kepada para relawan ACT di Lebanon, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas paket-paket bantuan tersebut.  

“Kami sangat berterima kasih kepada bangsa Indonesia yang terlah memberikan bantuan ini. Kami juga berterima kasih kepada ACT. Bantuan ini benar-benar yang kami butuhkan,” katanya.

Lebanon menjadi salah satu wilayah tujuan para pengungsi yang berlindung dari kobaran perang saudara. Di wilayah Akkar yang berbatasan dengan Suriah, ribuan pengungsi menyeberang masuk sejak meletusnya konflik. Hingga 30 September 2020, tercatat lebih dari seratus enam ribu pengungsi Suriah yang tinggal di Akkar, mayoritasnya tinggal di tenda-tenda pengungsian informal. []

*bukan nama sebenarnya.