Bantuan Pangan dan Pakaian Hangat dari Indonesia sampai ke Yaman

Lebih dari dua ribu pengungsi Yaman menerima bantuan paket pangan dan pakaian hangat dari Sahabat Dermawan. Bantuan diberikan guna membantu para pengungsi bertahan dalam krisis musim dingin.

bantuan musim dingin yaman
Pengungsi Yaman mendapat bantuan paket pangan dan pakaian hangat dari dermawan. (ACTNews)

ACTNews, YAMAN – Bantuan musim dingin terus didistribusikan untuk korban konflik kemanusiaan di wilayah yang tengah dilanda musim dingin. Pada awal Februari lalu, bantuan paket pangan dan pakaian hangat dari Sahabat Dermawan Indonesia tiba untuk lebih dari 2.600 pengungsi Yaman.

Distribusi dilakukan di area pengungsi di Distrik Al Udayn. Berlangsung selama 10 hari, dari tanggal 2-11 September, tim ACT Yaman mengantar langsung bantuan ini ke tenda para pengungsi.

Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response ACT mengatakan, bantuan ini diharapkan mampu menunjang kebutuhan pengungsi selama musim dingin melanda Yaman. "Selama musim dingin, curah hujan menjadi sangat tinggi di Yaman. Kemiskinan membuat banyak pengungsi menggigil karena tidak memiliki selimut dan pakaian hangat. Alhamdulillah, lewat bantuan musim dingin, para pengungsi bisa merasakan hidup layak di tengah cuaca ekstrem," ujar Firdaus, Selasa (15/2/2022).

Sementara itu, Program Pangan Dunia PBB (WFP) pada hari Ahad (13/2/2022) menyatakan bahwa tingkat kemiskinan keluarga Yaman semakin melonjak setelah intensitas konflik di negara tersebut meningkat.

WFP menrengakn depresiasi mata uang dan kenaikan harga pangan telah membuat banyak orang di Yaman mengalami kemiskinan ekstrem. Kelaparan yang meningkat membuat banyak orang hanya mampu bergantung pada bantuan makanan, sebagaimana dikutip dari Middle East Monitor.

Depresiasi mata uang Yaman–Rial, diketahui telah mencapai lebih dari 1.200 Rial per dolas AS. Sementara sebelum konflik, nilai tukar dolar adalah 215 Rial. Hal ini memicu kenaikan harga pangan yang tajam. Satu keranjang makanan menjadi sangat mahal dan sangat sulit dipenuhi oleh mayoritas keluarga di Yaman.[]