Bantuan Pangan Dermawan Hiasi Ramadan Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Paket pangan didistribusikan di Kamp Kutopalong yang merupakan area pengungsian terpadat bagi pengungsi Rohingya di Bangladesh. Bantuan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan pengungsi selama Ramadan.

bantuan pangan rohingya
Salah satu pengungsi Rohingya di Kamp Katupalong menerima bantuan paket pangan dari tim ACT. (ACTNews).

ACTNews, COX’S BAZAR – Lebih dari 890 ribu pengungsi Rohingya yang menempati kamp pengungsian Katupalong di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh, terpaksa harus hidup dalam kesulitan selama bulan Ramadan. Berdasarkan data yang dihimpun tim Global Humanity Network dari Aksi Cepat Tanggap (ACT), terdapat berbagai permasalahan kemanusiaan yang membelenggu para pengungsi.

Kerawanan pangan merupakan salah satu permasalahan yang mendera pengungsi Rohingya. Menurut Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Network - Aksi Cepat Tanggap, terdapat ratusan ribu kasus kerawanan pangan darurat yang menimpa para pengungsi Rohingya di Cox's Bazar. Sehingga banyak dari para pengungsi yang menjalani Ramadan dengan kelaparan.

Hal ini diperparah dengan buruknya kondisi hunian yang mereka tempati. Para pengungsi di Kamp Kutupalong hanya tinggal di hunian yang sangat sederhana, yang terbuat dari bambu, sementara sisanya hanya tidur di tenda terpal yang ala kadarnya.

Sekadar membeli makanan sederhana untuk sahur maupun berbuka, banyak di antara mereka yang tak mampu. Mayoritas pengungsi diketahui memang tidak memiliki pekerjaan. Bukannya tidak mau berusaha, namun memang di Cox's Bazar sangat sulit untuk menemukan lapangan pekerjaan.

Maka dari itu, para dermawan melalaui ACT, berikhtiar untuk membantu para pengungsi dengan memberikan bantuan berupa paket pangan. Hal ini ditujukan agar mereka dapat turut merasakan kebahagiaan bulan Ramadan tanpa diselimuti rasa lapar.

"Pada 10 April lalu, lebih dari 1.700 pengungsi Rohingya menerima paket pangan yang didistribusikan di Kamp Katupalong. Paket tersebut berisi berbagai bahan pangan pokok yang setidaknya mampu memenuhi kebutuhan pangan mereka selama dua bulan ke depan," kata Firdaus.

Namun, Firdaus menegaskan bahwa jumlah para penerima manfaat hanya sedikit dibanding jumlah keseluruhan pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar yang membutuhkan bantuan pangan. Oleh karena itu, Firdaus mengajak dermawan agar terus bisa memberikan bantuan terbaiknya agar aksi serupa bisa kembali dilakukan di bulan Ramadan ini. []