Bantuan Pangan Dikirim untuk Korban Longsor Sapan Salak

Akses jalan menuju Jorong Sapan Salak, Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parit Gadang Diaeteh, Solok Selatan, sudah dapat dilalui pada Rabu (27/11) sore. Hal ini segera direspons ACT Sumatra Barat dengan mengirimkan bantuan pangan pada Kamis (28/11) pagi.

Bantuan Pangan Dikirim untuk Korban Longsor Sapan Salak' photo
Warga Jorong Sapan Salak menerima bantuan pangan ACT Sumatra Barat. Banjir bandang dan tanah longsor menerjang dua kecamatan di Kabupaten Solok Selatan sejak Jumat (22/11) lalu. (ACTNews)

ACTNews, SOLOK SELATAN – Bantuan pangan akhirnya diterima korban banjir Jorong Sapan Salak, Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parit Gadang Diateh, Solok Selatan, Kamis (28/11). Setelah hampir sepekan banjir menerjang disusul longsor dan membuat akses ke Sapan Salak tertutup.

Aan Saputra dari Tim Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatra Barat melaporkan, bantuan pangan yang terdiri dari 50 kilogram minyak goreng, ikan sarden, telur, roti, makanan ringan, dan makanan bayi, diantarkan langsung untuk korban banjir dan longsor di Sapan Salak.

“Selain bantuan dari para dermawan Aksi Cepat Tanggap, kami juga mengantarkan bantuan dari sejumlah komunitas. Bantuan ini segera kami kirim setelah kami mendapat informasi dari relawan bahwa akses ke Jorong Sapan Salak sudah dibuka,” kata Aan, Jumat (29/11).

Selain mengantarkan bantuan pangan, ACT Sumatra Barat dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sumatra Barat juga tengah mempersiapkan pemberian bantuan lanjutan. Aan mengatakan, Jumat ini Dapur Umum ACT untuk korban banjir dan longsor dibuka. Selain itu, bersama tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, ACT masih melakukan pembersihan sejumlah tempat dari material longsor.

Relawan MRI Sumatra Berat Falerino Tanjung yang sejak Selasa (26/11) berada di lokasi bencana, yakni Jorong Sapan Salak, melaporkan akses ke Jorong Sapan Salak sudah bisa dicapai pada Rabu (27/11) sore. “Proses pembersihan jalan yang terdampak longsor mungkin berminggu-minggu. Saat ini baru pembukaan jalan agar aktivitas warga kembali lancar,” terang Falerino.

Hujan deras menyebabkan banjir mengguyur Nagari Seribu Rumah Gadang itu pada Rabu (20/11). Falerino menerangkan, banjir susulan kemudian terjadi pada Jumat (22/11). “Longsor terjadi pada Senin dan Selasa, saat ini sudah usaha pembersihan,” kata Falerino. Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari, mulai Jumat (22/11). Empat kecamatan meliputi Koto Parik Gadang Diateh, Sungai Pagu dan Sangir, Pauh Duo tercatat terdampak banjir. []

Bagikan