Bantuan Pangan Musim Dingin yang Menghangatkan Warga Bayan Ulgii

Suhu minus di Bayan Ulgii membekukan tulang. Di musim dingin pula, makanan dibutuhkan lebih banyak, namun tidak semua penduduk memiliki makanan yang cukup.

Bantuan Pangan Musim Dingin yang Menghangatkan Warga Bayan Ulgii' photo
Marat (50) dan istrinya merupakan salah satu warga penerima manfaat di Bayan Ulgii. (ACTNews)

ACTNews, BAYANG ULGII – Marat (50) mengenakan pakaian hangat ke anak laki-lakinya yang berusia 11 tahun. Seorang anak yang tampak cerdas dan seharusnya sudah duduk di tingkat akhir sekolah dasar. Marat tidak mau anaknya kedinginan dan menggigil. “Anak kami tunarungu dan tunawicara,” cerita Marat kepada relawan Aksi Cepat Tanggap di Bayan Ulgii, Jumat (28/1) lalu.

Keluarga Marat adalah salah satu keluarga prasejahtera di pinggiran Kota Ulgii. Ia adalah salah satu penerima bantuan paket pangan dari dermawan Indonesia. Ia tidak menyangka, bentuk perhatian datang dari saudara yang berjarak ribuan kilometer. “Kami sangat senang dengan bantuan pangan yang diberikan dan kami berdoa untuk kalian semua,” lanjutnya.

Bantuan pangan juga menyapa hangat keluarga Khaisha (73). Perempuan baya ini amat bersyukur, bantuan pangan dapat mencukupi pangan keluarganya selama satu hingga dua bulan. “Alhamdulillah, terima kasih,” katanya lirih saat relawan dan mitra ACT menemuinya akhir Januari lalu.

Selain pangan, Khaisha berharap ada bantuan renovasi rumah. Rumah tuanya itu sudah reyot, ia khawatir, rumahnya dapat rubuh sewaktu-waktu. “Dinding rumah kami sangatlah tipis sehingga di musim dingin seperti ini sangatlah dingin. Jika memungkinkan, kami berharap semoga bisa dibantu untuk membangun atau merenovasi rumah kami menjadi lebih baik lagi,” harapnya.

Sementara itu, Sucita Ramadinda dari tim Global Humanity Response (GHR) – ACT mengatakan, bantuan pangan musim dingin untuk muslim di Ulgii ini merupakan program reguler ACT. Periode ini, pendistribusian dilakukan sejak tanggal 22-28 Januari. “Ada 44 kepala keluarga dengan total 157 jiwa penerima manfaat. Mereka yang menerima bantuan paket pangan ini adalah janda, masyarakat prasejahtera, dan anak yatim,” kata Sucita.[]


Bagikan