Bantuan Pangan Sapa Pengajar Alquran di Tasikmalaya

Keterbatasan fisik tidak membuat Onang (72) berhenti mengajarkan membaca Alquran. Pengajar asal Tasikmalaya ini sudah mengabdikan diri sejak 44 tahun lalu.

Bantuan Pangan Sapa Pengajar Alquran di Tasikmalaya' photo
Onang (kiri) menerima bantuan pangan Aksi Cepat Tanggap Tasikmalaya. (ACTNews/Asep Rosidin)

ACTNews, TASIKMALAYA Onang (72) sedang bersiap menuju masjid untuk persiapan salat berjamaah, ketika tim Aksi Cepat Tanggap Tasikmalaya menemuinya, Kamis (19/11). Waktu masih menunjukkan pukul 10, tetapi laki-laki asal Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, ituharus berbenah terlebih dulu.

Selain mengabdikan diri di masjid, Onang juga menjadi guru mengaji sukarela. Ia sudah mengabdikan diri sebagai pengajar Alquran sejak 44 tahun lalu. Saat ini Madrasah Al Mubarok di Kecamatan Mangkubumi menjadi tempatnya mengabdi.

Ada yang istimewa dari Onang, sebagai guru mengaji, kedua penglihatannya sudah tidak berfungsi akibat kecelakaan yang ia alami 42 tahun lalu. “Terjatuh waktu itu, saat bermain bola. Qadarullah matanya terkena bola. Pernah berobat dan cangkok mata karena korneanya terlepas namun tidak dilanjut karena tidak ada biaya,” cerita Onang.

Meskipun begitu, ia merasa jalan hidupnya sebagai pendidik dimudahkan Allah Ta’ala. Ia punya cita-cita besar yang menjadikannya teguh pendirian mengajar Alquran. Ia ingin anak didiknya berprestasi di bidang agama. Saat ini ia bersama istri dan anak, Onang tinggal di atas tanah wakaf. Sementara istri Onang bekerja sebagai tukang jahit untuk membantu memenuhi kebutuhan harian.

Koordinator Tim Program ACT Tasikmalaya Ridwan Fauzi mengatakan, kunjungan pada Kamis lalu adalah untuk mengapresiasi pengabdian Onang. Tim mengantarkan paket pangan untuk Onang dan keluarga. “Semoga ini menjadi langkah awal kebaikan dan silaturahmi yang bisa terjalin dengan pak Onang. Hari ini kami mengantarkan paket pangan, semoga lain kali bisa membawa kebaikan yang lebih banyak lagi atas dukungan Sahabat Dermawan,” kata Fauzi. Selain Onang, 30 paket pangan juga dibagikan ke masyarakat prasejahtera di Kota Tasikmalaya hari itu.[]