Bantuan Pangan untuk Yaman Dipasok Berkala

Pada 2020 ini, ACT memasok bantuan pangan secara berkala untuk penyintas konflik Yaman. Dimulai sejak Desember 2019 lalu, paket pangan tersebut diikhtiarkan menjangkau banyak pengungsi dan penyintas perang di sejumlah distrik di Yaman.

Bantuan Pangan untuk Yaman Dipasok Berkala' photo
Seorang anak di Yaman membawa paket pangan yang dibagikan relawan Aksi Cepat Tanggap di Distrik Hamdan, Desember lalu. Bantuan paket pangan merupakan program reguler yang diimplementasikan Aksi Cepat Tanggap untuk meredam dampak krisis kemanusiaan di Yaman. (ACTNews)

ACTNews, HAMDAN – Para ibu di Yaman yang harus menjadi tulang punggung keluarga masih terus berjuang. Tiada hari tanpa usaha untuk tetap bertahan hidup. Tidak jarang memang, para ibu dari anak-anak yatim itu harus menggantungkan hidup dari bantuan kemanusiaan.

Menyadari dampak luas perang di Yaman, Aksi Cepat Tanggap konsisten mengajak dermawan Indonesia untuk mendukung kehidupan di Yaman. Awal tahun ini, paket pangan untuk para penyintas dan pengungsi kembali didistribusikan.

Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) - ACT melaporkan, pemberian bantuan pangan untuk periode 2020 ini sudah berjalan sejak Desember lalu. Setiap bulannya, sekitar 90 keluarga di Kota Ablas, Distrik Hamdan menerima bantuan paket pangan. Mereka adalah pengungsi internal yang harus berpindah dari wilayah asal mereka untuk mencari hidup yang lebih aman.

“Ketahanan pangan mereka terancam. Tidak ada kesempatan kerja di wilayah tinggal mereka yang baru membuat para pengungsi sepenuhnya bergantung pada bantuan kemanusiaan. Insyaallah, pada semester pertama ini bantuan pangan ini akan terus didistribusikan dengan target penerima manfaat sekitar 600 jiwa,” terang Faradiba, Rabu (22/1). Perang menghancurkan dan melumpuhkan ekonomi yang berkelanjutan, 

Hingga Mei nanti, total 10 ton paket pangan akan didistribusikan. Bahan makanan tersebut terdiri dari tepung terigu, minyak sayur, gula, kacang-kacangan, dan garam.

“Program ini menargetkan sejumlah keluarga yang terpinggirkan secara sosial maupun ekonomi yang amat sangat membutuhkan makanan pokok. Mayoritas keluarga sasaran adalah keluarga miskin paling miskin yang memiliki anak yang menderita kekurangan gizi akut,” terang Faradiba.

Selain paket pangan, Aksi Cepat Tanggap juga melangsungkan program pendukung kesehatan secara berkala. Pemeriksaan kesehatan dan makanan bergizi pun diberikan kepada anak-anak dan ibu menyusui di Yaman.[]