Bantuan Sepeda Motor Ringankan Iya Berjualan Ikan Pindang

Sepuluh tahun menjadi tulang punggung keluarga menjadikan Iya (53), perempuan asal Kabupaten Bandung, harus kuat menjadi penjual ikan pindang. Selama ini pendapatannya terbilang kecil karena modal yang dikeluarkan tak sebanding dengan penghasilan. Salah satu penyebabnya karena Iya tak memiliki kendaraan pribadi.

bantuan motor
Penyerahan unit sepeda motor untuk Nenek Iya (53) yang menjadi tulang punggung keluarga. (MRI Bandung/Hildhan)

ACTNews, KABUPATEN BANDUNG – Iya namanya, tapi warga setempat sering memanggil perempuan 53 tahun ini dengan julukan nenek. Perempuan asal Ciganitri, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung tersebut sudah 10 tahun lebih menjadi tulang punggung keluarga akibat suami yang mengalami sakit. Berjualan ikan pindang menjadi cara yang bisa Iya lakukan untuk mendapatkan pundi rupiah. Walau penghasilannya tak banyak, ia tetap merasa bersyukur atas rezeki yang diterima.

Bahan baku ikan, Nenek Iya mendapatkannya dari tetangga dengan harga Rp30 ribu per kilogram. Padahal jika membeli langsung di pasar harganya jauh lebih murah, yakni Rp10 ribu. Namun, keterbatasan yang membuat ibu tiga anak ini mengambil ikan dari tetangga. Karena, untuk sampai ke pasar membutuhkan ongkos dan tenaga lebih, sedangkan modal dan kondisi Nenek Iya tak memungkinkan.

“Jualannya keliling sampai tiga atau empat desa. Mulai keluar rumah paling jam 6 pagi, pulang jam 4 sore,” kata Iya, Jumat (26/2/2021).

Untuk sampai ke tempat berjualan, dari rumah, Nenek Iya harus berjalan kaki ke jalan raya, kemudian dilanjutkan dengan dua kali naik angkutan umum dan disambung ojek. Ongkos yang dikeluarkan pulang-pergi lokasi jualan mencapai Rp50 ribu. Sedangkan, penghasilan yang diterima sekitar Rp100 ribu, itu pun belum dipotong bagi hasil ke tetangga yang menyediakan bahan baku.

Guna memudahkan Nenek Iya dalam mencari rezeki untuk keluarga, Aksi Cepat Tanggap (ACT) di akhir Februari lalu bertemu dengan Iya di kediamannya. Pertemuan ini merupakan yang kesekian kali. Sebelumnya, ACT menyambangi Iya untuk menyerahkan bantuan modal usaha dari program Sahabat Usaha Mikro Indonesia pada Januari lalu. Kali ini, satu unit sepeda motor ACT berikan kepada Nenek Iya agar usahanya tak terlalu mengeluarkan banyak modal.

“Dengan kehadiran motor, kami berharap Nenek Iya bisa menjadi pelaku usaha yang mandiri. Motor ini juga akan memudahkan untuk ke pasar dan menuju lokasi berjualan,” ungkap Husen Nurochman dari tim Program ACT Jawa Barat, Jumat (26/2/2021).

Dengan menggunakan motor, Nenek Iya bakal memangkas pengeluaran untuk ongkos kendaraan umum. Ia pun bisa langsung ke pasar untuk mendapatkan ikan dengan harga terbaik. Iya pun tak perlu lagi lelah berjalan kaki. Husen memperkirakan, uang yang bisa dikantongi Iya bakal bertambah, hampir Rp100 ribu, dan itu pendapatan bersih.

“Sepeda motor yang ACT serahkan ke Nenek Iya merupakan sedekah masyarakat. Mohon dukungannya kebaikan serupa bisa meluas agar pelaku usaha mikro bisa memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya,” harap Husen.[]