Bantuan Terbaik Sahabat Dermawan Siap Mendampingi Penyintas Bencana di NTT

Berbagai bantuan kemanusiaan terbaik disiapkan Aksi Cepat Tanggap untuk membantu penyintas bencana di Nusa Tenggara Timur, mulai dari posko kemanusiaan, bantuan logistik, hingga bantuan medis. Kapal Kemanusiaan Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan juga diikhtiarkan menyapa masyarakat NTT Ramadan ini.

Presiden ACT Ibnu Khajar dalam konferensi pers pernyataan sikap penanganan bencana di NTT, Senin (5/4/2021). (ACTNews/Muhamad Ubaidillah)

ACTNews, JAKARTA – Nusa Tenggara Timur dirundung duka. Banjir bandang menerjang sejumlah Kabupaten. Di Flores Timur, banjir bandang menerjang dua kecamatan pada Ahad (4/4/2021) pukul 01.00 WITA. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada Senin (5/4/2021) hingga pukul 13.00 WITA, jumlah korban meninggal dunia di Kabupaten Flores Timur bertambah menjadi 69 orang dan 19 lainnya masih dalam pencarian.

Hal yang sama terjadi di Kabupaten Lembata. Banjir lahar dingin mendampak di sejumlah kecamatan, yaitu Ile Ape, Ile Ape Timur, dan Omesuri. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lembata melaporkan 11 orang meninggal dunia dan 16 orang hilang akibat bencana ini. Diduga terjadinya sejumlah banjir akibat dari siklon tropis Seroja.

Sebanyak 256 warga mengungsi di Flores Timur dan 317 warga mengungsi di Lembata. Tetapi bantuan masih minim dikarenakan akses jalan yang rusak akibat terjangan banjir. Merespons kebutuhan pengungsi yang semakin mendesak, Aksi Cepat Tanggap berikhtiar menghadirkan bantuan untuk saudara-saudara yang terdampak di wilayah Timur Indonesia itu.

Presiden Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar pada konferensi pers pernyataan sikap merespons bencana di NTT, Senin (5/4/2021), menjelaskan, ACT akan menugaskan relawan dari NTB dan wilayah-wilayah sekitar untuk menjangkau lebih dari 11 wilayah kota dan kabupaten di NTT. “Kami juga akan membuka posko kemanusiaan yang dipusatkan di Flores Timur, sebab, di wilayah tersebut korban cukup banyak,. Bantuan medis juga kami siapkan sebagai bentuk pertolongan pertama, ” jelas Ibnu. 

Seiring pendirian Posko Kemanusiaan, ACT akan membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan para penyintas. Di samping itu, bantuan logistik juga akan didistribusikan di wilayah-wilayah terdampak.

“Karena saat ini kondisinya masih belum kondusif, maka tim kami sedang berkoordinasi dengan multipihak. Dengan BPBD setempat, pemerintah, dan banyak lembaga lain di lapangan, supaya koordinasi ini bisa memungkinkan proses bantuan tersampaikan dengan sangat cepat dan bisa menyeluruh di semua wilayah,” tutur Ibnu.



Selain bantuan kemanusiaan, setiap tahunn saat Ramadan, ACT juga selalu menyapa NTT dengan berbagai macam aksi kemanusiaan. Beberapa kali bantuan dikirimkan langsung menggunakan Kapal Ramadan. Ibu berharap, pada Ramadan tahun 2021 ini, dukungan masyarakat untuk Kapal Kemanusiaan Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan bisa kembali berlayar untuk menyapa saudara-saudara di NTT.

Dengan berbagai program kemanusiaan yang telah disiapkan ACT, Ibnu mengajak Sahabat Dermawan untuk membantu penyintas di NTT hingga tahap pemulihan. “Bicara kemanusiaan adalah bicara kepedulian. Maka, bukan masalah lagi tentang agama, ras, dan suku. Atas nama Indonesia, spirit kebangsaan kita, sebagai manusia akan kita bantu sebaik-baiknya saudara-saudara kita di NTT,” pungksa Ibnu.[]