Bantuan Terhenti, Pengungsi Afganistan dan Pakistan di Jakbar Andalkan Belas Kasih Warga

Pengungsi asal Pakistan dan Afganistan di Gedung Eks Kodim Jakarta Barat kini tidak lagi mendapatkan bantuan dana dari lembaga UNHCR. Kini, mereka pun mengandalkan bantuan warga sekitar yang peduli dengan kondisi mereka.

Pengungsi Afganistan dan Pakistan menerima bantuan pangan dari Aksi Cepat Tanggap. (ACTNews/Masita)

ACTNews, JAKARTA BARAT Beragam kisah dialami oleh pengungsi di Indonesia. Berpindah tempat dari satu daerah ke daerah lainnya, tidak bisa bekerja di sektor formal karena terkendala visa, dan anak-anak juga tidak bisa mengenyam pendidikan formal. 

Cerita ini dialami oleh 210 pengungsi dari Pakistan dan Afganistan di Gedung Eks Kodim Jalan Bedugul, Komplek Daan Mogot Baru, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat sejak dua tahun lalu. Tempat ini menjadi penampungan sementara para pengungsi. Sebelum ke Jakarta, 210 pengungsi ini bermukim di Kota Bogor selama lima setahun.

Gedung eks Kodim hanya berupa bangunan kosong. Pengungsi menggunakan tenda sederhana sebagai batas privasi antarkeluarga. Wahid, salah satu pengungsi asal Pakistan mengungkapkan, ia bersama pengungsi lainnya tak lagi mendapatkan bantuan dana dari lembaga UNHCR. Selama ini, mereka dibantu oleh warga sekitar.

Kondisi air dan listrik juga menjadi masalah bagi para pengungsi. Listrik yang dibatasi membuat bangunan Eks Kodim menjadi gelap gulita di malam hari. Air juga terbatas sehingga tidak bisa diakses sembarangan. “Kami harapkan ada bantuan, untuk listrik dan makan sehari-hari,” ujar Wahid.

Hadir Membawa Bantuan Pangan

Aksi Cepat Tanggap Jakarta Barat membagikan 75 paket pangan kepada pengungsi Afganistan dan Pakistan di Eks Gedung Kodim Jalan Daan Mogot Jakarta Barat, Ahad (21/3/2021). Paket tersebut berisi susu, ikan kaleng, biskuit, telur, dan buah-buahan. 

Tim program ACT Jakarta Barat Siti Rahmah Miroziah menerangkan, bantuan paket pangan kali ini diharapkan menjadi langkah awal membantu para pengungsi. Ia berharap, kedermawanan Indonesia akan terus hadir membersamai mereka beriringan dengan aksi ACT Jakarta Barat.

“Para pengungsi tidak bisa bekerja karena tidak memiliki visa kerja. Saat belum ada kepastian nasib untuk mereka. Bagi sahabat dermawan yang ingin membantu, bisa menghubungi kami tim ACT Jakarta Barat,” kata Miroziah.[]