Bantuan Terpal ACT Fasilitasi Kebutuhan Masjid Darurat di Kamp Rohingya

Bantuan Terpal ACT Fasilitasi Kebutuhan Masjid Darurat di Kamp Rohingya

Bantuan Terpal ACT Fasilitasi Kebutuhan Masjid Darurat di Kamp Rohingya' photo

ACTNews, COX’S BAZAR – Matahari mulai berarak ke ufuk barat ketika tim SOS Rohingya – Aksi Cepat Tanggap (ACT) tiba di salah satu kawasan pengungsian terbesar di wilayah Tengkhali, Cox’s Bazar.

Nampak pemandangan tenda-tenda pengungsi Rohingya begitu padat berjajaran di lahan bertingkat, sementara wajah-wajah pias menyambut kedatangan Tim SOS Rohingya. Pilu masih begitu kentara dalam binar mata mereka. Begitulah potret keadaan Kamp Sabulahara, Tengkhali, tak jauh berbeda kondisinya dari kamp pengungsian lainnya

Sementara di sekitar pemukiman pengungsi, terdapat sebidang tanah yang terpisah oleh hamparan sawah. Di sana, dibangun sebuah musala sederhana. Meskipun bentuknya seperti musala, pengungsi setempat menyebutnya sebagai masjid. Masjid Nusantara Furkania, rumah ibadah yang kini mereka banggakan di tanah pengungsian.

Yang membuat takjub, masjid darurat ini nampak begitu bersih dan tertata. Tidak seperti tenda-tenda pengungsian, bangunan ini berdinding rapat terbuat dari seng, serta di sisinya terdapat beberapa lubang jendela berbentuk persegi. Karpet sajadah tergelar rapi beralaskan terpal.

Hari itu, Jumat (20/10), Tim SOS Rohingya menyambangi Kamp Sabulahara dalam rangka pendistribusian bantuan terpal untuk masjid-masjid darurat di kamp-kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh. Masjid Nusantara Furkania menjadi salah satu masjid yang menerima bantuan terpal tersebut

“Sampai saat ini kami sudah mendistribusikan puluhan terpal untuk masjid-masjid darurat yang dibangun di kamp-kamp pengungsian Bangladesh. Setidaknya sudah 4 masjid menerima bantuan terpal ini,” ungkap Bambang Triyono, Direktur Global Humanity Response ACT ketika mengawal kegiatan penyaluran bantuan terpal di sana.

Terpal menjadi salah satu kebutuhan logistik yang amat dibutuhkan oleh para pengungsi. Mereka menggunakannya untuk melapisi tenda pengungsian maupun masjid darurat yang baru saja dibangun agar terhindar dari rembesan air hujan.

“Insya Allah, pekan ini kami akan menyisir masjid-masjid darurat yang tersebar di area pengungsian perbatasan Bangladesh dan memfasilitasi masjid darurat yang membutuhkan terpal,” ujar Bambang.

Secercah rasa syukur tersimpul dalam wajah pemuda muslim Rohingya ketika menerima setumpuk bantuan terpal. Hingga kini ACT masih mendistribusikan berbagai bantuan bagi para pengungsi Rohingya. Memasuki tahap pemulihan, ikhtiar menyelematkan Rohingya masih berlanjut. Empati dan kepedulian masih dinanti. []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan