Bantuan Vitamin dan Alat Kebersihan Menopang Gaza yang Rentan

Untuk membantu warga Gaza menjaga daya tahan tubuh, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendistribusikan ratusan paket penunjang kesehatan yang terdiri dari vitamin dan perlengkapan kebersihan kepada pengungsi di Kamp Al Nuseirat, Kamis (10/9).

Bantuan Vitamin dan Alat Kebersihan Menopang Gaza yang Rentan' photo
Mitra ACT dalam perjalanan mengantarkan bantuan vitamin dan perlengkapan kebersihan menuju Kamp Alnuesirate, Gaza Tengah. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Saat masyarakat Gaza masih terbatas menjalankan aktivitas, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengetuk satu per satu pintu rumah di Kamp Al Nuseirat, Gaza Tengah, agar tidak membuat kerumunan. Ratusan paket bantuan alat kebersihan dan vitamin menyapa warga di Gaza pada Kamis (10/9) itu.

Said Mukaffiy dari Global Humanity Response - Aksi Cepat Tanggap melaporkan, bantuan tersebut diharapkan menunjang kesehatan masyarakat Gaza sekaligus melayani mereka di tengah keterbatasan aktivitas karena pandemi dan blokade.

Gaza memang masih sulit bergerak. Pandemi yang kembali mengganas sejak akhir Agustus lalu membatasi aktivitas warganya hingga saat ini. Jumlah warga yang terinfeksi terus bertambah menjadi sekitar 44.763 kasus seiring angka kematian yang meningkat hingga 291 jiwa, per Ahad (20/9) ini. Gaza juga sempat lockdown beberapa waktu lalu walaupun kini aturan tersebut dilonggarkan kembali.


“Beberapa wilayah sekarang sudah mulai beraktivitas. Warga Gaza yang berada di wilayah kuning, yang mana jumlah kasusnya terdata lebih sedikit, diperkenankan beraktivitas dengan menggunakan masker. Bagi yang berada di zona merah masih diberlakukan lockdown total. Wilayah kuning misalnya di Gaza bagian utara, seperti Beit Lahiya, Beit Hanoun dan Jabalia. Sementara di Khan Yunis dan Rafah masih berlaku zona merah hingga tiga hari ke depan,” jelas penanggung jawab program bantuan global ACT untuk Palestina itu. Al Nuseirat yang menjadi lokasi pendistribusian bantuan kali merupakan zona kuning.

Lebih dari 60 ribu jiwa di Kamp Alnusirate ini adalah masyarakat prasejahtera. Selama ini, mereka bergantung pada bantuan kemanusiaan.


Anak-anak yang tinggal di Kamp Alnusirate. (ACTNews)

“Pengungsi di Kamp Al Nuseirat selama ini tinggal di tempat seadanya. Kesehatan dan kebersihan yang tidak terjaga membuat tempat ini rentan menimbulkan penyakit. Kami pun berharap bantuan perlengkapan kesehatan ini dapat membantu mereka menjaga kebersihan di dalam maupun di luar lingkungan keluarga,” kata Said.

Gaza yang terbelenggu corona baru menambah keterpurukan ekonomi yang memang sudah hancur akibat penjajahan Israel. Misalnya, satu bulan setelah pandemi menyebar pada bulan Maret lalu, pendapatan yang dikumpulkan oleh Otoritas Nasional Palestina (PNA) dari perdagangan, pariwisata dan transfer turun ke level terendah selama 20 tahun. 

“Oleh karenanya, kami mengajak para dermawan untuk terus membantu kehidupan warga Gaza. Sahabat bisa memberikan sedekah terbaik melalui laman Indonesia Dermawan atau transfer melalui rekening BNI Syariah 6600003314 atas nama Aksi Cepat Tanggap,” ajak Said.[]

Bagikan

Terpopuler