Beaguru, Bentuk Kepedulian Dermawan untuk Guru Prasejahtera di Sulteng

Melalui program Sahabat Guru Indonesia (SGI) yang digagas oleh Global Zakat-ACT, 39 guru yang tersebar di Kabupaten Sigi, Tolitoli, Donggala, Parigi Moutong dan Kota Palu mendapatkan bantuan beaguru.

Beaguru, Bentuk Kepedulian Dermawan untuk Guru Prasejahtera di Sulteng' photo
Mustafa dari Tim Program Global Zakat-ACT Sulteng (kanan) menyerahkan bantuan biaya hidup kepada guru honorer SMAN 3 Model Sigi Sri Wulan (kiri), Kamis (5/12). (ACTNews/Chandra)

ACTNews, PALU – Global Zakat-ACT kembali menyapa sejumlah guru prasejahtera di pelosok negeri. Beberapa di antaranya guru di Sulawesi Tengah.

Berdasarkan hasil asesmen di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, masih banyak guru yang kesejahteraan ekonomi masih sangat minim. Apalagi guru honorer yang mengajar di daerah pelosok.

Melalui program Sahabat Guru Indonesia (SGI) yang digagas oleh Global Zakat-ACT, Sebanyak  39 guru di Sulawesi Tengah mendapatkan bantuan beaguru sebesar Rp500 ribu. Guru-guru tersebut tersebar yang tersebar di Kabupaten Sigi, Tolitoli, Donggala, Parigi Moutong dan Kota Palu. 

Setelah sebelumnya disalurkan di Kabupaten Tolitoli, Donggala, dan Kota Palu, giliran guru di Kabupaten Sigi yang menerima beaguru pada Kamis (5/12). Bertempat di SMA Negeri 3 Model Sigi, Global Zakat-ACT Sulteng menyalurkan bantuan biaya hidup kepada tiga guru honorer.

Salah satu guru honorer SMAN 3 Model Sigi yang menerima manfaat beaguru adalah Sri Wulan. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Menurut Sri, bantuan beaguru dapat menambah semangat guru-guru dengan keterbatasan ekonomi.

“Saya sangat merasa terbantu. Bantuan ini akan saya gunakan sebaik mungkin untuk kepentingan pendidikan,” ungkap Sri.

Mustafa dari Tim Program Global Zakat-ACT Sulteng mengatakan, guru yang mendapatkan bantuan beaguru dipilih berdasarkan data hasil asesmen dan keadaan ekonomi. Dari hasil asesmen, masih banyak guru honorer yang hidupnya sangat memprihatinkan seperti di daerah-daerah pelosok Sulteng.

“Bantuan beaguru itu diharapkan dapat meringakan beban para guru honorer, termasuk meningatkan spirit mereka untuk mengajar para generasi bangsa,” terang Mustafa.

Hingga kini, Global Zakat-ACT terus berikhtiar agar penerima manfaat dari program SGI bertambah dan menjangkau guru-guru prasejahtera, khususnya yang tinggal di pelosok. Program yang diluncurkan pada 25 November 2019 lalu ini merupakan bentuk apresiasi Global Zakat-ACT terhadap guru-guru di berbagai penjuru negeri yang telah mengabdikan dirinya untuk pendidikan meskipun bergaji rendah. []

Bagikan