Beaguru Pantik Semangat Guru di Palu dan Sigi

Global Zakat - ACT Sulawesi Tengah menyampaikan amanah dermawan Indonesia untuk para guru di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Melalui program Sahabat Guru Indonesia, sejumlah guru menerima beaguru, Selasa (23/6).

Muhammad Saiful (kiri), guru honorer dua sekolah negeri di Kota Palu menerima bantuan biaya hidup dari program Sahabat Guru Indonesia. Hingga kini, Saiful bersama keluarganya tinggal di hunian sementara di Kelurahan Petobo, Palu. (ACTNews)

ACTNews, PALU – Muhammad Saiful berupaya menahan haru yang mulai menyeruak dadanya. Wajahnya tidak bisa menyembunyikan kegembiraan saat Global Zakat - ACT Sulawesi Tengah dan tim Masyarakat Relawan Indonesia menyampaikan beaguru amanah Sahabat Dermawan untuk dirinya, Selasa (23/6). Saiful mengaku, bantuan program Sahabat Guru Indonesia adalah beaguru pertama yang didapatkannya selama 15 tahun menjadi guru honorer.

Saiful ialah salah satu guru honorer yang saat ini tinggal di hunian sementara Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu. Bapak dari tiga anak ini mengajar di dua sekolah sekaligus, yaitu SMA 3 Sigi dan SMP 21 Palu. Mengajar di dua tempat ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

"Namanya guru honorer, gajinya tidak menentu, kadang Rp500 ribu per bulan, kadang di bawah. Saya juga bantu istri berjualan, saya juga melatih anak-anak sepak bola," jelas Saiful. Adanya program Sahabat Guru Indonesia membuatnya semakin merasa masih banyak pihak yang memerhatikan kehidupan guru honorer. Apresiasi itu pun semakin menyemangatinya.

Tidak berbeda dengan Saful, Andi Fatma Nur, guru di Kota Palu, merasa diperhatikan. Menjadi seorang pengajar merupakan cita-citanya semenjak duduk di bangku kuliah. "Semoga nasib para guru honorer seperti kami membaik dan mendapat perhatian," harapnya.

Kepala Cabang Global Zakat - ACT Sulawesi Tengah Nurmarjani Loulembah mengatakan, program Sahabat Guru Indonesia merupakan wadah untuk memberikan semangat bagi tenaga pendidik, khususnya bagi guru honorer. Sebab, saat ini mereka masih terus berjuang memperbaiki nasibnya, mulai dari bersabar menunggu pengangkatan, ikut tes CPNS bahkan mencari sumber penghasilan lain.

"Apalagi di masa pandemi seperti saat ini, saya yakin para guru honorer ini banyak yang membuka usaha-usaha kecil untuk menambah penghasilan," ujarnya Rabu (24/6).

Selasa (23/6) empat guru honorer di Kota Palu dan Kabupaten Sigi mendapatkan bantuan biaya hidup. Para guru tersebut Andi Fatma Nur (Kota Palu), Muhammad Saiful (Kota Palu), Sri Wulan (Sigi), dan Nuriati (Sigi).

Nurmarjani menjelaskan, keempat guru tersebut adalah para guru yang mendapatkan santunan beaguru setelah melalui penyeleksian dari hasil asesmen oleh tim Global Zakat - ACT Sulawesi Tengah dibantu para relawan MRI.

"Kami masih akan terus melakukan implementasi karena seleksi calon penerima ini juga begitu ketat. Latar belakang dan perekonomian keluarga juga menjadi penunjang. Yang jelas, mereka yang benar-benar membutuhkan," lanjut Nurmarjani.

Nani mengemukakan, melalui program tersebut, Global Zakat - ACT Sulawesi Tengah mencoba mendorong berbagai elemen masyarakat agar ikut berempati terhadap nasib para guru honorer. "Harapan kami cuma satu, melalui program ini kami bisa berbagi kebahagiaan dengan bersama para tenaga pengajar prasejahtera ini," pungkasnya.[]