Beaguru Sapa 20 Guru Honorer di Sukabumi

Resdi berharap beaguru dapat terus berlangsung berkat kedermawanan masyarakat Indonesia. Melalui beaguru, apresiasi untuk para guru terus hadir membersamai semangat mengajar para guru.

Sehabudin, salah satu guru honorer di SDN Ciloma, Kecamatan Cibitung, penerima beaguru Sahabat Guru Indonesia. (ACTNews/Masita Achmad)

ACTNews, SUKABUMI – Kepedulian terhadap guru terus mengalir melalui program Sahabat Guru Indonesia dari Global Zakat-ACT Sukabumi. Sejumlah 20 guru menerima bantuan biaya hidup selama tujuh bulan ke depan. Hal ini merupakan bentuk apresiasi dermawan Indonesia yang peduli dengan kesejahteraan guru honorer.

Sebelum menentukan guru yang layak menerima, tim ACT akan melakukan asesmen awal dengan mengunjungi calon penerima. Kerap kali tim ACT harus menempuh berjam-jam perjalanan untuk bisa bertemu dengan mereka. Misalnya asesmen ke guru-guru di Desa Ciroyom, Kecamatan Cibitung, beberapa waktu lalu yang memerlukan waktu delapan jam perjalanan dari pusat kota Sukabumi.

Di beberapa lokasi, Global Zakat-ACT mendapati guru honorer hanya digaji Rp 100-300 ribu per bulan. “Itupun seringkali dibayar per enam bulan,” ujar Resdiana Pratama dari tim program Global Zakat-ACT Sukabumi..

Resdi berharap beaguru dapat terus berlangsung berkat kedermawanan masyarakat Indonesia. Melalui beaguru, apresiasi untuk para guru terus hadir membersamai semangat mengajar para guru.

“Syarat minimal beaguru SGI adalah guru honorer, mengabdi minimal dua tahun, telah menikah, dan berasal dari keluarga ekonomi lemah. Beberapa guru yang diberikan bantuan bahkan telah mengabdi di atas 10 tahun hingga 16 tahun,” cerita Resdi. Kedepan, Resdi berharap semakin banyak guru-guru di Sukabumi yang bisa dibantu.[]