Beasiswa untuk Yunita, Yatim yang Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

Yunita harus hidup di rumah yang tidak layak huni. Meski begitu, ia tetap semangat bersekolah agar bisa mewujudkan cita-cita sebagai pengusaha.

yunita
Yunita saat menerima bantuan beasiswa dari para dermawan. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA BARAT – Bersama nenek dan paman, Yunita (11) harus menghabiskan masa kecilnya dengan tinggal di rumah yang tidak layak huni di Kampung Bulak Teko, Kalideres, Jakarta Barat. Ibu Yunita wafat saat melahirkan, sedangkan sang ayah harus mendekam di dalam jeruji besi karena kasus narkoba. 

Namun keadaan tersebut tak membuat Yunita berkecil hati. Ia teguh menyimpan asa agar tetap bisa bersekolah, lalu mewujudkan cita-cita menjadi pengusaha yang dapat mengubah kondisi ekonomi keluarga. 

Siti Rahmah Miroziah dari tim ACT Jakarta Barat mengatakan, Yunita merupakan anak yang rajin belajar. Hal itu Yunita lakukan agar menjadi pintar dan bisa terus sekolah hingga tingkat yang paling tinggi sehingga bisa mencapai cita-citanya.

“Kesaksian bahwa Yunita adalah anak yang tekun dan giat dikatakan oleh tetangga-tetangganya. Selain di sekolah, hampir setiap hari Yunita belajar les dan mengaji di musala,” ujarnya, Senin (18/10/2021). 

Miroziah melanjutkan, untuk kebutuhan sehari-hari, Yunita berharap pada pamannya yang bekerja serabutan. “Untuk meringankan beban pendidikan Yunita, Global Zakat-ACT memberikan bantuan beasiswa,” pungkas Miroziah.[]