Beberapa Potret Syukuran Qurban yang Menjalin Hangatnya Persaudaraan

Pendistribusian daging kurban oleh Global Qurban - ACT pada 2019 lalu kerap diselingi dengan helatan Syukuran Qurban. Acara yang merupakan wujud syukur kepada Allah ini juga menjadi sarana menjalin silaturahmi antarwarga dan menjadi tempat berbagi bahagia di hari raya.

Beberapa Potret Syukuran Qurban yang Menjalin Hangatnya Persaudaraan' photo
Kemeriahan Syukuran Qurban yang diadakan di Kampung Seng, Kota Surabaya. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Saat takbir Iduladha berkumandang, bahagia itu datang. Kurban bukan lagi sekadar ibadah kepada Allah, tetapi juga membahagiakan manusia di sekitar. Warga bersyukur atas datangnya hari raya, dan bersama dan berbagi kebahagiaan melalui sekerat daging.

Suasana hangat ini hadir dalam acara Syukuran Qurban di berbagai daerah pada 2019 lalu. Bagaimana kehangatan dan keseruannya? ACTNews merangkum potret suasana Syukuran Qurban di sejumlah wilayah di Indonesia yang diselenggarakan Global Qurban - ACT tahun lalu. Berikut kisah-kisahnya


Lombok

Hangatnya Syukuran Qurban tampak di Masjid Nur Solihin yang berada di Integrated Community Shelter (ICS) di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara pada 2019 lalu. Mereka menghadiri Syukuran Qurban yang diselenggarakan oleh Global Qurban - ACT bersama komunitas Kajian Musawarah. Selain itu, acara makan bersama sebagai rasa syukur atas datangnya Iduladha ini dihadiri juga oleh aparat dan jajaran pemerintah setempat.

"Alhamdulillah ada Global Qurban - ACT yang mendistribusikan daging ini ke ICS sehingga kami bisa ikut merayakan Iduladha tahun ini lewat Syukuran Qurban. Memang syukuran ini sudah merupakan tradisi setiap hari raya. Kalau di Lombok, nama lain Syukuran Qurban ini disebutnya Roah," kata Aco yang juga merupakan warga ICS sejak 2018 lalu.


Konsep makan bersama dalam Syukuran Qurban memberi stimulan bahagia untuk masyarakat yang pernah kehilangan harta, bahkan keluarga. (ACTNews/Reza Mardhani)

Tujuan dari Roah tidak lain sebagai salah satu wujud untuk mensyukuri hari-hari raya yang datang. Dalam kebersamaan, warga akan berkumpul sembari menjalin silaturahmi dan mengingat bahwa mereka masih diberikan kesempatan untuk melewati hari raya ini sekali lagi bersama-sama. Kebiasaan tersebut kata Aco tidak pernah terlewat, bahkan ketika gempa besar mengguncang mereka tahun lalu.

"Tahun 2018 itu kan gempanya berdekatan dengan Iduladha juga, ya kita tetap mengadakan Roah. Meskipun pada waktu itu lokasinya memang di pengungsian, dan kita juga masih trauma akan ada susulan. Tapi tetap kita adakan di sini. Awal-awal gempa tempat ini kan masih tenda-tenda, belum dibangun ICS. Ya, sudah di tengah tenda-tenda itu saja kita makan bersama," kenang Aco.


Lampung Selatan

Selain di Lombok, Syukuran Qurban juga menghibur penyintas becana lainnya di Lampung pada 2019. Tampak kehangatan gotong royong sejak pagi hari di Dusun 4, Desa Waymuli Induk, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Ibu-ibu sibuk memasak, dan bapak-bapak memasang kanopi untuk mempersiapkan acara tersebut.


Syukuran Qurban yang diadakan di ICS Desa Waymuli Induk pertengahan Agustus lalu. (ACTNews/Maulana Malik Ibrahim)

“Kita tingkatkan kekeluargaan, kebersamaan, dan gotong royong. Jadi tidak ada perbedaan baik yang tinggal di kampung bagian atas maupun kampung bagian bawah. Allah memberi cobaan kepada kita, tentu ada hikmah di balik semua itu,” tutur Rohaidi Kepala Desa Waymuli, mengacu pada bencana tsunami yang melanda pada akhir 2018 lalu.

Setelah sambutan dari kepala desa, hidangan-hidangan yang telah dimasak sebelumnya lantas disajikan kepada para warga di atas alas daun pisang yang telah dibersihkan. Lelaki, wanita, dan anak-anak terlihat sangat menikmati hidangan nasi, satai goreng, dan sayur sop kambing tersebut. Tidak jarang mereka saling bercengkerama dan bercanda di sela kegiatan makan bersama yang dikenal dalam Bahasa Sunda, bahasa yang digunakan oleh sebagian besar penduduk Waymuli, sebagai bebancakan.


DI Yogyakarta

Tidak hanya penyintas bencana, Syukuran Qurban juga hadir untuk warga prasejahtera. Seperti Sesarengan Syukuran Qurban di Bantul, DI Yogyakarta, yang menjadi salah satu agenda rutin ACT untuk merayakan hari raya Iduladha.

“'Sesarengan' kalau dibahasa-Indonesia-kan artinya 'bersama-sama'. Semoga acara ini juga dapat memperkuat silaturahmi warga Sidomulyo khususnya,” ungkap Bagus.


Slamet berharap, pemotongan hewan kurban serta sesarengan kurban ini dapat berlanjut di tahun-tahun mendatang. Selain mempererat tali kekeluargaan antarwarga, acara ini juga membantu warga sekitar yang masih jarang menikmati daging. “Warga di sini mayoritas bekerja sebagai petani. Kondosi ekonomi mereka cukup banyak yang masih menengah ke bawah,” ungkapnya.


Balikpapan

Suasana yang sama tampak di RT 40 Stalkuda, Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan. Melalui momen seperti inilah warga yang mayoritas nelayan dan pemulung, kembali bersilaturahmi dan bergotong royong. Mulai dari proses penyembelihan hewan kurban, pencacahan daging, masak-memasak hingga persiapan lokasi acara. Semua menunjukkan kekompakan serta kesukarelaan antarsesama.

“Ya beginilah kondisi warga kami, dengan segala kekurangan dan keterbatasan, terutama soal pendidikan, baik pada anak maupun orang tuanya. Kami memohon maaf kepada tim Global Qurban - ACT dan tamu undangan bila pelayanan kami masih jauh dari sempurna, kami juga berterima kasih banyak atas inisiatifnya menyelenggarakan Syukuran Qurban ini. Jujur, saya sendiri setiap tahunnya memikirkan bisa gak ya warga sini makan daging tiap Iduladha,” jelas Musir selaku Ketua RT 40 Stalkuda.


Syukuran Qurban bersama warga Stalkuda, Balikpapan Selatan, yang mayoritas bekerja sebagai nelayan dan pemulung. (ACTNews)

Manggarai Timur

Di samping bersilaturahmi dengan sesama muslim, Syukuran Qurban juga membahagiakan warga lintas agama di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Daging kurban tidak hanya dibagikan kepada warga muslim, tetapi juga dinikmati umat beragama lain. Tokoh masyarakat setempat, Jemain Umar, mengatakan bahwa sejak beberapa tahun lalu, Global Qurban - ACT telah melaksanakan penyembelihan hewan kurban di empat kecamatan Manggarai Timur, di mana mayoritas penduduknya adalah nonmuslim.

“Di Manggarai Timur, Global Qurban - ACT menyembelih hewan kurban di Kecamatan Borong, Rana Mese, Elar, dan Sambi Rampas yang mayoritas penduduknya beragama Katolik. Di sini, semua warga dilayani. Kami selalu membawa pesan perdamaian dan toleransi umat beragama,” jelas Jemain.

Keguyuban masyarakat Manggarai Timur, terutama di momen Iduladha, diakui Derniana Anguk (38). Warga Kelurahan Kota Ndora itu pun bersyukur dapat menikmati daging sapi bersama umat muslim di lingkungannya. “Kami semua warga Kota Ndora sangat berterima kasih. Bersatu kami di sini. Kalau kami misalnya ada kerja duka, kami kompak, juga pernikahan, termasuk Iduladha ini,” katanya. 

Pada 2019 lalu, Syukuran Qurban menyapa warga prasejahtra di 14 kabupaten/kota. Selain wilayah-wilayah di atas, kebersamaan Syukuran Qurban juga dirasakan oleh warga di Palu, Semarang, Padang, Pekanbaru, Batam, Surabaya, Palembang, Makassar, Banjarmasin, dan DKI Jakarta. []


Bagikan