Bekali Pengungsi Wamena Pulang, ACT Berikan RIbuan Bingkisan

Seribu bingkisan inikaan menjadi teman perjalanan para pengungsi yang akan berlabuh di tiga kota besar.

Bekali Pengungsi Wamena Pulang, ACT Berikan RIbuan Bingkisan' photo
Tim ACT membagikan makanan kepada warga yang akan measuki kapal. (ACTNews/Rofiq Bayu Samudra Mananna)

ACTNews, JAYAPURA – Kapal untuk memulangkan para pengungsi Wamena berlayar pada Jumat (11/10) dari Pelabuhan Distrik Sentani, Jayapura. Nantinya Kapal Pelni Dobonsolo yang mengangkut ribuan orang ini akan menurunkan para pengusi di beberapa kota, yakni Bau-Bau, Makassar, Surabaya, hingga di Jakarta.

Untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi selama berlayar, Aksi Cepat Tanggap (ACT) membekali para pengungsi ini dengan bingkisan pangan. Sekitar seribu bingkisan pangan dibagikan kepada para pengungsi yang hendak berlayar.

“Untuk terus membersamai para pengungsi sampai mereka di rumah, ACT memberikan mereka ribuan bingkisan untuk menemani perjalanan selama di atas kapal. Karena  perjalanan memakan waktu berhari-hari,” kata Riski Andriani salah seorang Koordinator Posko Nasional ACT untuk Tragedi Kemanusiaan Wamena.

Riski menjelaskan, untuk pengungsi yang nantinya akan berlabuh di Surabaya pailng tidak membutuhkan waktu hingga satu minggu berada di atas kapal. Riski berharap, bekal bingkisan pangan ACT dapat memenuhi kebutuhan makan para pengungsi selama beberapa hari ke depan.


Tim medis sedang memberikan obat kepada para pasien yang mengalami keluhan kesehatan saat akan berangkat. (ACTNews/Rofiq Bayu Samudra Mananna)

Selain menyediakan bingkisan makanan, ACT juga menyediakan layanan kesehatan di pelabuhan. Sehingga sebelum berangkat, warga bisa memeriksakan kondisi kesehatannya dahulu.

“Karena mereka sudah cukup lama juga di pengungsian, jadi kita adakan pelayanan kesehatan untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka sebelum berlayar. Terutama karena perjalanannya cukup jauh juga. Kepada warga-warga yang memang memiliki keluhan, nantinya akan kita berikan obat-obatan agar kondisinya bisa membaik,” ujar Riski.

Aksi medis untuk pengungsi ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya ACT juga memberikan pelayanan medis kepada warga-warga yang tinggal di pengungsian. Misalnya di pengungsian yang terletak di di Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut X Jayapura (Lantamal X). Pada Selasa (8/10) lalu, tim medis ACT juga turun untuk memeriksa langsung kondisi warga.

Tim medis ACT di lapangan menemukan banyak pengungsi menderita batuk, hingga hipertensi. Kelelahan, kekurangan gizi dari makanan, riwayat sakit, atau kondisi hidup di pengungsian dalam waktu yang cukup lama, kata tim medis, bisa menjadi faktor-faktor penyakit-penyakit ini diderita oleh warga. []

Bagikan