Bekerja Pagi Hingga Malam, Asupan Makanan Penggali Makam Covid-19 Perlu Perhatian

“Para petugas penggali makam tenaganya dikuras, dari pagi hingga malam, menggali liang untuk jenazah. Mereka beristirahat beberapa jam, lalu pagi bekerja lagi. Sehingga asupan gizi para penggali makam sangat diperlukan,” kata Ajat pengelola TPU Buniayu.

petugas pemakaman buniayu
Petugas di TPU buniayu menurunkan peti jenazah dari dalam ambulans. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN TANGERANG – Pandemi Covid-19 melibatkan banyak profesi untuk berjuang mengatasinya. Selain tenaga kesehatan, petugas penggali makam juga kewalahan menangani banyaknya jumlah jenazah yang meninggal akibat Covid-19. Termasuk para penggali makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Buniayu, Desa Buniayu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang. Tenaga mereka terkuras karena harus bekerja dari pagi hingga malam.

TPU Buniayu merupakan tempat pemulasaran jenazah khusus bagi pasien Covid-19 di Kabupaten Tangerang. Pengelola TPU Buniayu, Ajat Sudrajat mengatakan, sejak Maret 2020 hingga 13 Juli 2021 sebanyak 1.192 jenazah akibat Covid-19 telah dimakamkan di TPU Buniayu. Sedangkan selama Juli 2021 sudah ada 320 jenazah yang dimakamkan. 

Menurut Ajat, dalam sehari, ambulans lalu lalang membawa sedikitnya 18 sampai 36 jenazah. Sementara, jumlah petugas pemakaman di TPU Buniayu hanya berjumlah 30 orang. Jumlah tersebut masing-masing bertugas menjadi penggali makam, petugas pelasan (yang merapikan makam), dan pengelola.

“Paling rendah (jumlah jenazah Covid-19 yang dimakamakan dalam sehari) 18 orang dan paling tinggi itu 36 orang. Rata-rata sekitar 25 orang yang dimakamkan. Sedangkan petugas pemakaman yang menggali makam tiga tim 12 orang, sedangkan untuk semua pegawai 30 orang,” kata Ajat, Selasa (13/7/2021). 

Ajat melanjutkan, para petugas penggali makam tenaganya terkuras dari pagi hingga malam, menggali liang untuk jenazah. Mereka beristirahat beberapa jam, lalu pagi bekerja lagi. Keras kerja fisik mereka harus dimbangi dengan asupan gizi yang baik dan cukup. 

Untuk memenuhi asupan gizi para penggali makam di TPU Buniayu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberikan ratusan porsi makanan siap santap. Makanan yang dibagikan ini sebelumnya dimasak di Humanity Food Bus (HFB), armada kemanusiaan terbaru milik ACT. []